Ilustrasi bom bunuh diri

NUSANTARANEWS.CO – Menteri Agama Lukman Hakim Saefuddin mengatakan, aksi bom bunuh diri di Gereja Katolik Stasi Santo Yosep, Medan, merupakan tindakan kriminal. Menurutnya, siapapun umat agama pasti akan mengutuk cara-cara seperti itu.

“Itu sama sekali tidak diajarkan oleh agama apapun. Apalagi agama Islam oleh karenanya itu jelas tindakan kriminal tidak ada kaitanya dengan agama,” kata dia, Senin (29/8/2016).

Menurut Lukman, tidak ada agama yang mengajarkan tindakan kejahatan, apapun tujuannya dan apapun alasannya. Ia berharap mudah-mudahan aparat kepolisian memberikan hukuman kepada yang bersangkutan dan mengungkap di balik kejadian itu.

Lukman juga meminta agar anak muda mengikuti ajaran agama dengan cara yang benar. Artinya, belajar agama itu harus dari sumber yang jelas atau para guru yang mempunyai track record dan bisa dipertanggungjawabkan bahwa dia menguasai ilmu agama dengan baik.

“Tidak dari situs-situs atau tidak dari sumber-sumber yang kita tidak bisa pertanggungjawabkan dari mana kebenaranya,” tandasnya.

Sementara itu, Anggota Komisi VIII Sodik Mudjahid mengatakan seharusnya Badan Intelijen Negara (BIN), TNI dan Kapolri mampu mengantisipasi aksi kejahatan pemboman. Ia pun berharap, tidak ada oknum atau pihak tertentu yang terkait dengan pemboman tersebut.

“Kepada umat beragama dan tokoh beragama jangan pernah mau terpancing dengan hal-hal semacam ini. Bangun terus kerukunan umat bergama dan jaga terus tempat-tempat ibadah,” katanya.

Tak ketinggalan, Sodik juga berpesan agar kaum muda yang punya idealisme dan semangat juang atau ruhul jihad, di manapun berada agar menyalurkan semangat, hasrat dan tekadnya untuk membangun bangsa.

“Memberantas kemiskinan dan kebodohan, jangan terporovokasi untuk membela agama dengan cara-cara yang tidak sesuai dengan semangat agama,” tandasnya. (rafif/achmad)

Komentar