Letnan Jenderal TNI (Purn.) Sjafrie Sjamsoeddin/Foto Istimewa
Letnan Jenderal TNI (Purn.) Sjafrie Sjamsoeddin/Foto Istimewa

NUSNTARANEWS.CO – Pembangunan kemampuan pertahanan, khususnya TNI AD agar menjadi kekuatan militer yang kuat, maka penataan organisasinya perlu dikelola secara modern sehingga efisien dan efektif di dalam melaksanakan tugas pokoknya. Salah satu ciri organisasi modern, antara lain adalah ramping strukturnya tetapi kaya fungsinya, sehingga pelaksanaan tugas dapat dilakukan secara efektif dan cepat di dalam merespons tugas-tugas yang sifatnya penuh dinamika, yang ditunjang dengan tersedianya alutsista, sarana dan kesejahteraan personel yang memadai.

Organisasi yang ramping struktur dan kaya fungsi, harus diawaki oleh personel yang memiliki kompetensi memadai sesuai tuntutan tugasnya. Hal itu berarti TNI AD harus memberikan perhatian yang besar pada masalah kualitas manajerial dan peningkatan profesionalitas prajuritnya.

Untuk menciptakan sosok TNI AD di masa mendatang menuju profesionalisme di bidangnya harus didukung, faktor yang mendasar adalah pembinaan sumber daya manusia melalui pembenahan dan perbaikan sistem pendidikan yang berkaitan dengan seleksi pendidikan, proses belajar mengajar (kurikulum) dan alat evaluasi penyelenggaraan pendidikan yang berbasis pada kompetensi serta kemajuan teknologi sesuai dengan tuntutan zaman dan perlu dipersiapkan juga kemajuan untuk beberapa kurun waktu ke depan serta harus memiliki jiwa disiplin, semangat juang yang tinggi, berjiwa Sapta Marga dan Sumpah Prajurit serta dicintai rakyat dan bangsanya.

Pendidikan dan pelatihan menjadi hal yang sangat penting, dan kurikulum serta tersedianya tenaga pendidik yang memiliki kompetensi sesuai bidangnya, menjadi hal yang mutlak perlu dibenahi. Perkembangan lingkungan yang semakin dinamis dan permasalahan yang semakin kompleks menuntut agar kualitas intelektual setiap prajurit TNI AD terutama para tingkat perwiranya harus dipersiapkan dengan baik. Penguasaan bekal ilmu yang diperlukan tidak cukup hanya mahir di bidang keterampilan teknis profesi militer, melainkan perlu dilengkapi dengan ilmu pengetahuan sosial dan teknologi. Membahas urgensi pendidikan dan pelatihan serta ilmu pengetahuan dan teknologi secara klasik, tapi perlu disadari sepenuhnya ini adalah prasyarat mutlak untuk dipenuhi.

Ke depan, kita ingin para perwira TNI AD, tidak hanya mahir bidang teknis kemiliteran, melainkan juga memiliki pengetahuan umum yang memadai, termasuk kemutlakan untuk menguasai pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi. Kita meng­harapkan para perwira pada strata perwira pertama punya kualitas teknis-taktis dan administrasi, dan pada strata perwira menengah mulai menggeluti masalah strategi baik militer maupun pertahanan, dan pada saatnya sebagai perwira tinggi ia menjadi “developer” dari “military and defence policy”.

Adalah tuntutan bagi prajurit TNI untuk senantiasa mengembangkan diri dari aspek intelektualisasi di samping kualitas militansi pengabdian. Mengapa? Karena, setiap prajurit TNI AD di dalam melaksanakan tugasnya, sangat bersinggungan dengan masyarakat yang kini sudah mengalami kemajuan yang bisa jadi tingkat kemajuannya lebih jauh dari tingkat kemajuan yang dialami para prajurit TNI AD khususnya, para perwira pada umumnya, sebaliknya prajurit harus mampu menangkal distorsi terhadap jati dirinya sebagai prajurit.

Tugas-tugas di masa damai di dalam negeri, para prajurit TNI AD akan banyak terlibat dalam misi-misi kemanusiaan. Maka pengetahuan para perwira tentang bencana alam dan penanganannya, seperti cara-cara penyelamatan warga terutama pada masa tanggap darurat atau emergency respond, mutlak harus dikuasai dengan baik. Untuk tugas-tugas misi perdamaian ke luar, maka para prajurit TNI AD akan banyak terlibat di dalam misi Perserikatan Bangsa Bangsa. Hal itu berarti, bahwa para perwira TNI AD akan memiliki banyak kesempatan untuk bertugas dalam misi-misi internasional dan pergaulan antar personel militer dari berbagai negara.

Oleh sebab itu, para prajurit TNI dan utamanya para perwira harus dibekali dengan pengetahuan yang cukup berkaitan dengan tugas-tugas misi perdamaian internasional, baik untuk penanganan konflik, menjaga perdamaian, maupun kemungkinan tugas-tugas misi kemanusiaan. Citra profesionalitas personel TNI AD yang baik di mata internasional, akan membawa nama baik bangsa dan negara Indonesia. Maka hal ini secara langsung ataupun tidak langsung, akan memberi pengaruh terhadap rasa segan bangsa lain terhadap bangsa dan negara Indonesia. Dengan demikian akan mengurangi adanya ancaman dan gangguan dari bangsa lain terhadap kepentingan nasional kita.

Untuk mewujudkan keinginan seperti itu, maka TNI AD perlu menyusun perencanaan penataan menjadi TNI AD yang kuat, modern dan efektif dalam kerangka MEF, dengan menyusun peta jalan atau road map yang mengesampingkan dilaksanakan secara bertahap dan konsisten tanpa mengesampingkan kemungkinan ada penyempurnaan karena adanya perubahan dinamika perkembangan situasi.

TNI AD yang kuat, modern dan efektif di dalam melaksanakan tugas, akan memudahkan bagi TNI AD untuk melaksanakan tugas pokok, sebagai bagian dari tugas sebagai garda nasional atau national guardian di dalam menjaga dan mengawal bangsa Indonesia, yang kini dalam proses pembangunan bangsa yang demokratis, beradab dan berupaya mempercepat pemerataan kesejahteraan bagi seluruh rakyat dan wilayah.

Dengan dapat menjalankan tugasnya, baik tugas OMP maupun tugas OMSP dengan baik, maka keberadaan TNI AD akan selalu dicintai rakyat, keberadaanya sangat dinantikan dan menyatu menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam kehidupan bangsa. Maka ke depan, TNI AD akan memiliki wibawa dan disegani rakyat karena keberadaannya dapat betul-betul memberikan perlindungan dan pengayoman untuk menjaga bangsa ini berkembang dan maju sesuai kehendak bersama menuju cita-cita bangsa.

Baca: Membangun TNI AD Yang Kuat dan Modern Guna Menjamin Kedaulatan NKRI (Bagian 2).

Komentar