Rindu karya Sanusi Kaconk. Foto: Dok. Pribadi (SK)
Rindu karya Sanusi Kaconk. Foto: Dok. Pribadi (SK)
Rindu karya Sanusi Kaconk. Foto: Dok. Pribadi (SK)
Rindu karya Sanusi Kaconk. Foto: Dok. Pribadi (SK)

Judul karya :  Rindu
Media : Acrylic on canvas
Ukuran : 100x120cm
Tahun: 2017
Artist : Sanusi kaconk

Madura adalah bagian dari hidupku madura adalah mutiara yang tersimpan di balik tanah kapur, mutiara tersebut bisa nerupa potensi, nilai-nilai kekompakan, kekeluargaan, religi yang dikemas dalam tradisi budaya maupun kehidupan sosial.

Pada karya seni lukis yang saya buat merupakan suatu konsistensi akan saya selaku seniman yang ada di kota Sampang tepatnya.

Banyak orang yang mengecam ataupun mengartikan kebudayaan kerapan sapi tentunya, kerapan sapi bukanlah budaya yang mengajarkan kita untuk mmenyiksa hewan ataupun ajang perjudian. Kerapan sapi hanyalah budaya yang sifatnya menghibur dan memberikan nilai2 positif terhadap kita selaku masyarakat madura.

Kalau dilinat dari sejarah, kerapan sapi diciptakan oleh pangeran katandur yang bertujuan untuk berkumpul,silaturahmi dan  menghibur para petani pada jaman dahulu akan limpah panen yang dinerikan oleh allah swt.

Akan tetapi seiring berjalanya waktu, kerapan sapi sekarang lebih ditujukan untuk mencari nama, kekerasan, dan potensi negative lainnya, bisakah kita merubah tradisi tersebut kembali seperti semula, atau rugikah kita selaku masyarakat madura menerapkan hidup tradisionalisme. Mungkin saya rasa itu semua tak ada masalah. Marilah kita selaku masyarakat madura patut bersyukur dan mulai mengangkat tradisi budaya madura yang terkikis oleh zaman.

Editor: Achmad Sulaiman

Komentar

SHARE