Emisi Penerbangan/Ilustrasi/Foto via suratkabar/Nusantaranews
Emisi Penerbangan/Ilustrasi/Foto via suratkabar/Nusantaranews

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan menjadi tuan rumah dalam penyelenggaraan International Civil Aviation Organization (ICAO) Regional Seminar on States Action Plan and Carbon Off Setting & Reduction Scheme for International Aviation (CORSIA) 2017.

Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Agus Santoso mengatakan pemerintah mendukung acara yang bertujuan mengurangi emisi dari penerbangan internasional pada tahun 2020 ini. Sebab, pada tahun 2050 diharapkan emisi dapat turun hingga 50 persen.

“Komitmen ini akan memenuhi rencana bersama di seluruh dunia untuk mereduksi pencemaran terhadap lingkungan terlebih lagi pencemaran udara. Di dunia penerbangan ada beberapa aspek yang dimulai daripada pesawat,” ujar Agus Santoso di Hotel Mandarin Oriental, Jakarta, Senin, 10 April 2017.

Menurut dia, sebagai langkah awal yang akan dilakukan untuk mengurangi emisi tersebut salah satunya yakni, dengan memanfaatkan material yang lebih ringan untuk pembuatan pesawat. Sehingga diharapkan konsumsi bahan bakar bisa berkurang.

“Beberapa komponen aircraft punya struktur airframe dari alumunium alloy yang dikombinasikan dengan beberapa material. Reduksi kita mulai aplikasikan ke pesawat-pesawat yang berdasarkan konsep komposite,” kata dia.

Saat ini, tutur Agus, pihaknya ingin mengusulkan konsep green airport untuk beberapa negara yang mengikuti ICAO. Sehingga nantinya pengurangan energi yang diterapkan di bandara dapat direduksi dengan scheme, atau dengan material ramah lingkungan.

Reporter: Richard Andika

Komentar