di Oro-oro Ombo menuju Cemoro Kandang, Mahameru. Foto: DOk. Gerry Neka Kantaki (coretanlepas.wordpress.com)
di Oro-oro Ombo menuju Cemoro Kandang, Mahameru. Foto: DOk. Gerry Neka Kantaki (coretanlepas.wordpress.com)

NUSANTARANEWS.CO – Mendaki gunung dalam banyak digemari oleh berbagai kalangan. Mencapai ke puncak gunung memberikan kesan tersendiri. Perjalanan menuju puncak, puncak yang menyajikan pemandangan luar biasa dan lingkungan soliter yang unik. Beberapa orang memilih mendaki untuk sejenak hilang dari keramaian dan melepas rutinitas kerja.

Seiring dengan sensasi indah yang didapatkan melalui pendakian tersebut, tantangan medan, kesehatan fisik juga sangat melekat dengan perjalanan mendaki. Oleh karena itu, penting kiranya sebelum anda mendaki hendaknya mempelajari segala resiko dan bagaimana langkah-langkah mengatasinya.

Membawa perlengkapan yang tepat

Ketika melakukan pendakian, perlengkapan yang tepat sangat penting untuk keselamatan anda. Anda harus mengenakan pakaian yang memungkinkan anda leluasa untuk bergerak dan bermanuver. Pilih sepatu yang pas di kaki anda dan sangat penting bagi pergelangan kaki anda mendapatkan tumpuan yang nyaman, sehingga anda mendapat keseimbangan dan stabil serta tidak licin. Karena banyak medan pendakian yang berbatu, maka tiang berjalan sangat diperlukan untuk membantu keseimbangan anda.

Udara dingin pegunungan bisa jadi sewaktu-waktu berubah secara ekstrim, maka dari itu pakaian yang anda kenakan harus teball dan berlapis. Selain itu, jaket yang digunakan harus tahan angin.

Akses makanan sepanjang perjalanan mendaki bisa jadi sangat sulit untuk anda menemui makanan. Jadi jangan sampai melupakan makanan dan air untuk anda bawa. Air sangat penting agar tubuh anda tetap terhidrasi.

Pakailah ransel yang pas dengan tubuh anda dan pastikan anda selalu memasang tali pengikat pinggang pada ransel anda karena itu sangat baik untuk tetap menjaga keseimbangan  tubuh anda yang membawa beban ransel tersebut.

Mencegah penyakit yang berhubungan dengan ketinggian

Selain kesulitan medan, saat mendaki dengan ketinggian juga memiliki resiko akan serangan terhadap kesehatan tubuh anda. Penurunan suhu yang ekstrim sangat sangat memerlukan kekuatan tubuh untuk menangkal banyak kemungkinan penyakit menyerang.  Penyakit gunung AMS (Acute mountain sickness) merupakan hal yang paring umum diderita para pendaki.

AMS paling sering ditandai dengan sakit kepala parah, namun gejala-gejala lainnya seperti mual, kelelahan, pusing, kantuk dan insomnia bisa juga termasuk didalamnya. Adapun gejala-gejala lainnya yang berupa penolakan tubuh atas suhu ketinggian adalah berupa endema yang menyerang paru-paru, parifer (berupa pembengkakan tangan, kaki, wajah), serangan tenggorokan dan lainsebagainya.

Sebagian besar penyakit terkait ketinggian disebabkan oleh kekurangan oksigen. Ketinggian tinggi memiliki konsentrasi oksigen yang lebih rendah di udara. Anda mungkin bisa menghindari penyakit ketinggian dengan aklimatisasi yang tepat. Penting untuk meluangkan waktu Anda untuk bepergian ke tempat yang tinggi. Alih-alih mengemudi atau terbang ke titik awal ketinggian, cobalah untuk mulai rendah dan secara bertahap bergerak naik. Begitu Anda mencapai ketinggian 8.000 kaki, jangan memanjat lebih dari 1.000 kaki per hari, seperti yang disarankan oleh American Family Physician.

Penting juga untuk tetap terhidrasi, hindari minum alkohol, tetap hangat, dan makan teratur. Beberapa pendaki dan pemimpin trek juga membawa persediaan oksigen saat bepergian ke tempat yang sangat tinggi.

Mematuhi Faktor-Faktor Keamanan

Setelah persiapan dilakukan dengan baik, maka anda juga perlu memperhatikan faktor-faktor keamanan semasa pendakian. Selalu memakai perlengkapan yang sesuai dan jangan pernah menyepelekan apa pun yang berhubungan dengan keselamatan anda. Selalu berada bersama rombongan dan jangan melanggar ketentuan yang diterapkan oleh pihak otoritas pendakian.

Penulis: Riskiana
Editor: Ach. Sulaiman

Komentar