Ilustrasi aktivitas seseorang via jejarin Sosial (Medsos). Foto Dok. Fourandhalf
Ilustrasi aktivitas seseorang via jejarin Sosial (Medsos). Foto Dok. Fourandhalf

NUSANTARANEWS.CO – Perkembangan dunia teknologi yang semakin canggih semakin memudahkan seseorang untuk mendeteksi penyakit orang lain melalui aktivitas yang dishare ke media sosial (medsos).

Sebuah penelitian akhir-akhir ini dari Stanford University, Inggris memaparkan hasil penelitiannya terbaru bahwa kegiatan seseorang yang mengunggah via medsos bisa kita gunakan untuk mendeteksi jenis penyakit seseorang yang bersangkutan.

Ketua tim penelitian, Dr. Becky Inkster asal Inggris ini menilai bahwa mempelajari kebiasaan seseorang di medsos lebih efektif dibanding mengikuti kebiasaannya di dunia nyata. Hal ini dikarenakan orang lebih mudah mengumbar berbagai perasaan yang ia alami melalui jejaring sosial.

Di lansir dari Indepent, melalui berbagai aktivitas di jejaring sosial seperti facebook misalnya kita dapat memperhatikan bagaimana perilaku dan emosi seseorang tersebut.  Mereka lebih bisa bersikap blak-blakan lewat medsos  dari pada kehidupan nyatanya.

“Facebook sangat populer dan bisa memberikan kami banyak data untuk mengetahui gangguan kesehatan mental seseorang, seperti depresi dan schizsophrenia,” ungkap Becky Inkster.

Atas dasar itu, sekelompok para ahli ini mempunyai kesimpulan bahwa setiap kegiatan unggah di jejaring sosial memudahkan kita untuk mengetahui kondisi psikologis mental seseorang yang bersangkutan. (Adhon/Red-01)

Komentar