Xi Jinping dan Donald Trump bersaing pada KTT Davos. Foto via rappler
Xi Jinping dan Donald Trump bersaing pada KTT Davos. Ilustrasi Foto via rappler

NUSANTARANEWS.CO – Mayor Jenderal (purn) Luo Yuan membandingkan gaya kepemimpinan Donald Trump dan Xi Jinping. Menurutnya, kedua pemimpin tersebut memiliki gaya berbeda, terutama dalam menyikapi persoalan-persoalan di ranah internasional. Termasuk soal perekonomian, perdagangan serta isu perubahan iklim, dimana Xi dinilai Luo lebih tenang ketika menyerap aspirasi global, sementara Trump dinilainya justru menunjukkan sikap permusuhan.

Menurut Lho, Cina dengan tenang memetakan aspirasi kepemimpinan global dalam perdagangan menyikapi perubahan iklim, sekaligus menggambarkan perbedaan antara tangan yang stabil Presiden Xi Jinping dan AS Presiden baru Donald Trump, yang hari pertama telah ditandai dengan permusuhan media dan protes.

Hanya beberapa hari jelang Trump berkantor, Xi percaya diri berada di Swiss sebagai keynote speaker di Forum Ekonomi Dunia di Davos, menawarkan pertahanan yang kuat dari globalisasi dan sinyal keinginan Beijing untuk memainkan peran yang lebih besar di panggung dunia.

Bahkan pada masalah pelik Laut Cina Selatan, Beijing tidak dinilai Luo tidak terprovokasi oleh pernyataan Gedung Putih pekan ini yang membela wilayah internasional di perairan yang disengketakan. Sebaliknya, China menekankan keinginannya untuk perdamaian dan mengeluarkan seruan tenang kepada Washington.

“Anda memiliki America first, kita memiliki community of common destiny for mankind,” ujar Luo seperti dilansir Reuters, Kamis (26/1/2017).

“Anda memiliki closed country, kita memiliki satu sabuk, satu jalan (one belt, one road),” tambahnya, sebuah skema¬†¬† perdagangan dan investasi dari program Silk Road multi-miliar dolar milik Cina.

China menilai Amerika Serikat masih saja menunjukkan kepemimpinan tradisional dalam menghadapi tantangan global.

“Jika ada orang yang mengatakan Cina memainkan peran kepemimpinan dunia saya akan mengatakan itu tidak. China hanya bergegas lari ke depan,” kata Zhang Juni, direktur umum dari Luar Negeri China. (Sego/ER)

Komentar