Sjafrie Sjamsoeddin/Foto via Tempo/Nusantaranews
Sjafrie Sjamsoeddin/Foto via Tempo/Nusantaranews

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Wakil Ketua Indonesia Asian Games Organizing Committee (INASGOC) Letnan Jenderal TNI (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin dalam keterangan yang diterima redaksi Nusantaranews, Sabtu (1/7/2017) menjelaskan bahwa gelaran akbar Asian Games 2018 yang tinggal hitungan bulan perlu dipersiapkan secara matang.

Menurutnya, Asian Games 2018 tidak hanya ajang seremoni perhelatan pesta olahraga tertinggi di Asia, melainkan juga terkait erat dengan marwah Indonesia sebagai negara yang menjadi tuan rumah. Kesuksesan Indonesia dalam menyelenggarakan Asian Games kali ini kata Sjafrie adalah pertaruhan harga diri. Sehingga tidak ada kata ‘main-main’ untuk perhelatan tersebut.

“Saya mengajak para pimpinan media massa seluruh Indonesia menjadi rekan kerja panitia Asian Games 2018. Harus diingat, menggelar Asian Games termasuk juga mempertaruhkan martabat bangsa. Jadilah pembisik bagi kami untuk kesuksesan acara ini,” ujar Sjafrie Sjamsoeddin.

Tanpa adanya keseriusan dan persiapan yang matang, gelaran Asian Games ke-18 yang rencananya akan digelar di Jakarta dan Palembang ini bisa menjadi blunder. Sebab, pesta olahraga ini diikuti oleh negara-negara Asia lainnya.

“Saya bertugas menjaga situasi di dalam INASGOC dan juga menjaga dari luar pihak-pihak yang ingin masuk ke dalam INASGOC seiring pendanaan ajang besar ini,” sambung Sjafrie.

Mantan Wakil Menteri Pertahanan Indonesia tahun 2010 ini mengingatkan bahwa uang yang dipakai untuk menggelar Asian Games 2018 sangat besar dan harus dipergunakan sebaik mungkin.

“Ingat, uang sebesar 4,5 triliun rupiah yang dianggarkan pemerintah untuk dikelola INASGOC itu berasal dari APBN, uang rakyat,” tegasnya. “Kita semua harus menjaga penggunaannya.”

Sjafrie mengingatkan para pimpinan media massa agar ikut berperan menjaga pengelolaan dana tersebut. “Jangan sampai sepertiga dari anggaran itu malah diincar oleh pihak-pihak yang berkepentingan dalam alur pengeluarannya,” pungkas pria yang pernah punya pengalaman menundukkan pengawal presiden Israel Yitzak Rabin.

Pewarta/Editor: Romandhon

Komentar