Ekonomi

Manipulasi Data, Direksi PT CKRA Dilaporkan ke OJK dan Polisi

Otoritas Jasa Keuangan (OJK)/Foto IST

Otoritas Jasa Keuangan (OJK)/Foto IST

NUSANTARANEWS.CO – Direksi PT Cakra Mineral (CKRA) Tbk, dilaporkan ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan ke Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Tengah, dengan laporan dugaan penggelapan, manipulasi akuntansi dan menyesatkan investor.

“Direktur Utama CKRA, Boelio Muliadi, kami gugat juga di Pengadilan Negeri Palangkaraya, berkaitan dengan dua perusahaan tambang zirconium, PT Takaras Inti Lestari (TIL) dan PT Murui Jaya Perdana (MJP),” ungkap pengacara PT TIL dan PT MJP, Jefferson Dau, di Jakarta, Rabu (9/11).

Jefferson mengatakan, PT CKRA telah membuat laporan kepada otoritas bursa tahun 2014 dan menyatakan bahwa PT CKRA telah mengakuisisi PT TIL dan PT MJP. Namun sesungguhnya, PT CKRA sama sekali belum membayar dan sah menguasai 55% saham kedua perusahaan tersebut.

Para pemegang saham PT TIL dan PT MJP, menurut Jefferson, sebenarnya telah didorong Boelio Muliadi dan Harun Abidin untuk menandatangani perjanjian tukar-menukar saham (swap). Untuk menguasai 55% saham dari PT TIL dan PT MJP yang kemudian dibayar dengan 330 juta lembar saham PT CKRA.

Dari 330 juta lembar saham PT CKRA tersebut, 165 juta lembar untuk pemegang saham PT TIL dan PT MJP, sedangkan 165 juta lembar sisanya untuk Harun Abidin.

Sesuai perjanjian, Jefferson menyebutkan, Harun Abidin harus membayar 165 juta lembat saham PT CKRA kepada pemegang saham PT TIL dan PT MJP berupa 5 perusahaan tambang.

“Namun sampai sekarang Boelio belum melaksanakan kewajiban, dan kelima perusahaan yang digunakan Harun Abidin untuk membayar TIL-MJP, ternyata bukan miliknya. TIL-MJP benar-benar menjadi korban,” kata Jefferson.

PT CKRA kemudian membuat rekayasa akuntansi yang menyesatkan, yaitu dengan meningkatkan modal PT TIL yang menyebabkan pemegang saham lama harus membayar pajak akibat peningkatan modal bohong-bohongan.

“Praktik curang yang dilakukan Boelio Muliadi dan Harun Abidin, yang juga dibantu oleh dua Direktur CKRA Argo Trinandityo dan Dexter Sjarif Putra, kami laporkan ke Polda Kalteng, dan juga akan kami laporkan ke Kapolri,” ujar Jefferson menjelaskan.

Menyadari telah diperlakukan curang dalam tukar-menukar saham antara PT TIL dengan PT CKRA, maka pemegang saham PT MJP kemudian mengambil langkah taktis sehingga PT CKRA gagal menguasai PT MJP.

“Mereka berhasil mengantongi perjanjian tukar-menukar 55% saham TIL, tetapi hal itu tidak sah, karena hingga kini klien kami belum menerima pembayaran berupa 165 juta lembar saham CKRA. Jadi CKRA telah membohongi OJK dan investor,” kata Jefferson.

Jefferson menyatakan, Direksi PT CKRA telah menyembunyikan sengketa yang berkaitan dengan kepemilikan PT TIL dan PT MJP. Direksi PTCKRA menyesatkan OJK dan para investor bahwa seakan-akan mempunyai 55% saham PT TIL dan PT MJP, padahal itu tidak benar.

Selain itu, lanjut Jefferson, Direksi PT CKRA juga sengaja menggelembungkan nilai aset PT CKRA dengan mengkonsolidasikan rekening PT TIL dan PT MJP ke dalam laporan keuangan PT CKRA, serta melebih-lebihkan modal yang disetor kedua perusahaan tambang tersebut.

Menurut Jefferson, kecurangan yang dilakukan Direksi PT CKRA telah mengganggu kinerja pasar saham, merusak kepentingan investor publik dan merusak citra internasional Bursa Efek Indonesia (BEI) .

“Kami berharap penyelidikan mendalam oleh OJK, kemudian mengumumkan hasil penyelidikan kepada pemegang saham dan publik,” ungkapnya lagi menambahkan.

Sementara itu, ketika dikonfirmasi, Direktur Utama PT CKRA Boelio Muliadi enggan menjelaskan perihal pelaporan dirinya ke polisi dan OJK. (Deni)

Komentar

To Top