Der Wiener Deewan Restaurant - The Soul Kitchen/Ilustrasi foto nusantaranews
Der Wiener Deewan Restaurant - The Soul Kitchen/Ilustrasi foto nusantaranews

NUSANTARANEWS.CODer Wiener Deewan Restaurant memiliki konsep unik. Di mana pelanggan hanya membayar seiklasnya saja untuk menikmati hidangan sepuasnya.

All you can eat, pay as you wish” menjadi tagline dari restoran yang menyajikan makanan khas Pakistan ini. Mereka mencoba untuk meninggalkan konsep konvensional dan bersiap untuk rugi.

Anehnya, restoran yang terletak di Wina, Austria, ini justru tak pernah sepi pengunjung. Banyak mahasiswa sekitar Wina yang memadati restoran ini. Begitu pula umat Muslim yang mencari makanan halal.

Pengunjung dapat mengambil sendiri makanan yang dihidangkan di meja besar atau menggunakan konsep prasmanan.  Menunya, ada dua jenis yang tersedia, yaitu kari berbahan dasar ayam, kambing, dan lembu dan jenis makanan vegetarian.

Air mineral bisa diminum gratis. Namun untuk minuman lainnya, restoran ini mencantumkan harga tetap, tidak seperti makanannya.

Harga normal untuk setiap makanan berkisar 5-6 euro. Namun ada juga orang yang membayar 1-2 euro, bahkan hanya membayar minumannya. Banyak yang mengatakan kepada kasir bahwa mereka pelajar, sedang tidak punya uang, atau mengaku sebagai pengangguran. Sang kasir tetap tersenyum menghadapi mereka. Namun banyak pula yang membayar lebih untuk makanan yang dimakan.

Didirikan pada 2003 oleh Natalie Deewan, seorang lulusan filsafat. Ia mendirikan restoran ini berdasarkan konsep kedermawanan manusia dalam memberi dan menerima.

Pada minggu-minggu pertamanya, ia tidak yakin bahwa restorannya akan sukses, namun pengunjung restorannya semakin hari semakin banyak dan bahkan membayar lebih untuk makanan yang mereka makan.

Restoran ini bahkan belum pernah mengalami kesulitan keuangan. Sementara itu, datang dengan konsep yang sama. Vokalis band rock asal Amerika Jon Bon Jovi mendirikan Jon Bon Jovi Soul Foundation (JBJ Soul Foundation) yang merasa sedih melihat masih banyak tunawisma dan orang-orang kelaparan di negaranya.

Hal ini lalu menggerakkan hatinya untuk membuat sebuah tempat makan revolusioner, The Soul Kitchen, di Red Bank, New Jersey.

Uniknya, restoran ini tidak mewajibkan para pengunjungnya yang kurang mampu untuk membayar tagihan secara penuh. Jika pelanggannya tidak mampu membayar, ia dapat memilih dua jenis menu, yaitu menikmatinya secara gratis atau bekerja sebagai relawan. Menu yang disajikan merupakan menu sehat olahan sayuran dan daging.

Sedangkan bagi para pengunjung yang mampu membayar, mereka tak hanya disajikan dengan hidangan lezat saja. Tetapi mereka juga diberitahu bahwa uang pembayaran mereka tersebut akan dikontribusikan terhadap yayasan sosial. (Rafif)

Komentar