Halaqoh Majelis dakwah dan Pendidikan Islam (Madani), Jakarta, Kamis 915/6/2017)/Foto: Ucok Al Ayubbi/Nusantaranews
Halaqoh Majelis dakwah dan Pendidikan Islam (Madani), Jakarta, Kamis 915/6/2017)/Foto: Ucok Al Ayubbi/Nusantaranews

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Rabu (15/6/2017) Majelis Dakwah dan Pendidikan Islam (Madani) menggelar halaqoh ulama dalam rangka mengatisipasi penyebaran hoax dan fitnah di media sosial sebagaimana yang sudah difatwakan MUI.

Dalam acara tersebut, turut hadir Wakil Rais A’am PBNU KH. Miftakhul Ahyar dan Ketua Umum PPP sekaligus selaku Ketua Dewan Pembina Madani, Romahurmuzy.

Dalam sambutanya, Romahurmuziy menyampaikan apresiasi halaqoh ini dalam rangka menangkal penyebaran hoax dan fitnah di media sosial.

“Sangat gembira karena ada kelompok masyarakat seperti Madani yang peduli untuk mengawal fatwa MUI untuk melakukan dakwah bil hikmah melawan hoax dan fitnah yang saat ini sudah marak terjadi di media mosial,” kata pria yang akrab disapa Romi itu.

Menurutnya, Madani sebagai lembaga dakwah dan pengembangan pendidikan Islam harus ikut terlibat dalam menjaga persatuan dan kesatuan NKRI.

“Sebagai lembaga dakwah dan pendidikan Islam, Madani merasa terpanggil untuk ikut menguatkan NKRI dan Pancasila melalui dakwah,” imbuhnya.

Sementara itu Ketua Umum Madani, Idy Muzayad menjelaskan penyebaran fitnah dan hoax melalui media sosial sangat membahayakan keberlangsungan kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Melalui jalur dakwah yang rahmatan lil alamin setiap paham yang memecah belah umat dengan cara kekerasan dapat dihindari,” sambung Idy.

Reporter: Ucok Al Ayubbi
Editor: Eriec Dieda

Komentar