Connect
To Top

Listrik Tenaga Angin Cina Pemasok Energi Terbesar Dunia

NUSANTARANEWS.CO – Berdasarkan pantauan dari satelit NASA menunjukkan gambar deretan panel surya di daerah Dunhuang, barat laut Provinsi Gansu, Cina yang luas. Luas deretan panel surya ini juga dilaporkan terus meningkat sejak tahun 2012 dan berdampak pada peningkatan produksi listrik fotovoltaik.

Sukses produksi listrik fotovoltaik, Cina juga mampu menghasilkan pasokan listrik dari tenaga angin terbesar di dunia. Data Global Wind Statistic pada 2015 menyebutkan, Cina memimpin sebagai penghasil listrik tenaga angin terbesar di dunia dengan kapasitas 145.104 megawatt, disusul Amerika dengan 74.471 megawatt, Jerman dengan 44.947 megawatt, India dengan 25.088 megawatt, dan Spanyol dengan 23.025 megawatt. Praktis kapasitas produksi besar yang dimiliki Cina ini menyumbang 33,6 persen dari total produksi listrik tenaga angin di seluruh dunia.

Faktor daratan luas yang dimiliki Cina juga memungkinkan maksimalisasi tenaga angin, baik instalasi turbin angin di daerah pantai maupun daratan. Produsen turbin angin terbesarnya dipegang oleh perusahaan Goldwind dari Provinsi Xinjiang dan diikuti oleh Guodian United Power Technology Company.

Saat ini proyek dari perluasan ladang turbin angin di wilayah provinsi Gansu barat terus dilakukan. Ini juga masuk ke dalam proyeksi energi terbarukan 2020 yang ditargetkan menyentuh angka produksi 20.000 megawatt. Ketika terealisasi, ia praktis akan menjadi ladang pertanian tenaga angin terbesar di dunia.

Selain alternatif di atas, Cina juga mengembangkan bioenergi yang memanfaatkan beberapa jenis hasil limbah dan juga panas bumi.

Laporan energi terbarukan di Cina untuk tahun 2016 memang belum dirilis. Sedangkan di Indonesia, energi terbarukan sudah mulai dikembangkan. Pada 2015 lalu, Presiden Joko Widodo meresmikan instalasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan kapasitas 5 MW di Desa Oelpuah, Kupang Tengah, Nusa Tenggara Timur. Dengan ukuran produksi tersebut, PLTS itu diklaim sebagai yang terbesar di Indonesia. Selebihnya, panel surya juga beredar di pasaran untuk kebutuhan instalasi listrik rumahan meskipun belum menjadi tren massa.

Adapun kesepakatan lainnya adalah pemanfaatan tenaga angin. Seperti dilaporkan kantor berita Antara, Indonesia sepakat menjalin kerja sama sektor energi terbarukan berupa pembangunan proyek pembangkit listrik tenaga angin atau bayu (PLTB) dengan total kapasitas sebesar 60 megawatt (MW) di wilayah Sulawesi Selatan.

Baca: Cinta Penghasil Energi Terbarukan

Konstruksi dan penyediaan turbin di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, akan dilakukan oleh perusahaan asal Denmark Vestas Wind System. “Nantinya akan ada 21 turbin dengan masing-masing kapasitas sebesar 3,5MW, yang secara total menghasilkan listrik kurang lebih sebesar 60MW. Untuk konstruksi diharapkan selesai pada akhir 2017,” kata Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno, di Kopenhagen, Denmark, beberapa waktu lalu seperti yang dikutip Antara.

Menurut kantor berita tirto.id, PLN sendiri nantinya berstatus sebagai pembeli dari listrik yang telah dihasilkan. Lewat kerja sama dengan Direktur Equis untuk Indonesia keduanya menyepakati berupa Perjanjian Pembelian Tenaga Listrik atau Power Purchase Agreement (PPA). Maka, negara tidak mengeluarkan biaya untuk pembangunan dan instalasi tenaga angin yang digadang-gadang terbesar di Indonesia ini.

Wilayah geografis Indonesia sangat potensial untuk digarap. Melihat sinar matahari yang lebih terik melintasi Indonesia di garis khatulistiwa, potensi energi terbarukan lewat panel surya sangat menjanjikan untuk dikembangkan. Juga dengan pemanfaatan tenaga angin, panas bumi dan lainnya. Lebih-lebih jika nantinya listrik yang dihasilkan melimpah dan mampu menekan tarif dasar listrik ke harga yang terjangkau dan merata. (Richard/bs) -Ditulis dari berbagai sumber. (Andika)

Komentar