Connect with us

Lintas Nusa

Liburan ke Sabang, Jangan Lupa Mampir Ke Pulo Aceh

Published

on

NUSANTARANEWS.CO – Para wasatawan, penyuka traveling, dan masyarakat pada umumnya tentu sudah merencanakan untuk liburan ke tempat-tempat wisata setiap akhir pekan. Di Indonesia, para wisatawan memiliki banyak pilihan untuk liburan. Dari paling ujung Timur hinga ujung Barat ada banyak tempat wisata yang sangat menarik dan indah, salah satunya Pulo Aceh Sabang.

Di Sabang misalnya, kemarin sudah kami sajikan tempat wisata eksotis di Kota Aceh Besar yang dikenal dengan pantai tersembunyai alias Teluk Jantang. Ternyata selain pantai Teluk Jantang juga yang namanya Pulo Aceh. Pantai yang satu ini menawarkan panorama alam pantai yang berpasir putih seperti di Pantai Balu. Di sini ada lahan terumbu karang dan terdapatnya Penyu Belimbing, yang di Indonesia hanya ada di Pulo Aceh dan Papua.

Pulo Aceh merupakan satu-satunya kecamatan kepulauan di Provinsi Aceh. Secara administrasi Pulo Aceh berada di Kabupaten Aceh Besar. Posisi geografis Kecamatan Pulo Aceh terletak di ujung Barat Pulau Sumatera berbatasan langsung dengan Selat Malaka dan Lautan Hindia.

Uniknya, Pulo Aceh memiliki beberapa mukim seperti Mukim Pulo Breueh Utara, Mukim Pulo Breueh Selatan, dan Mukim Pulau Nasi. Dari ketiga mukim tersebut, rupanya yang paling banyak diminati wisatawan baik domestik maupun asing adalah Mukim Pulo Breueh Utara.

Panorama alam bawah laut baik di Pulau Nasi maupun Pulau Jroeh sama-sama tak berhutang keindahan bagi wisatan. Ragam kecantikan batu karang mulai dari yang berbentuk pepohonan sampai yang merupa meja, benar-benar mencengangkan. Spektakuler!

Loading...

Jenis karang di sana terdiri dari terumbu karang keras dan lembut meliuk-liuk bersama riak arus yang menggelombang. Salah satu nama terumbu karang di alam bawah laut adalah finger coral yang posturnya menyerupai jari-jemari manusia.

Baca Juga:  Menanti Rilis 'Aceh Hebat Melalui Ragam Pesona Wisata' dalam Calendar of Event 2018

Tidak hanya terumbu karang yang menawarkan keindahan di dasar laut, tetapi juga terisi biota laut yang bermacam-macam pula. Salah satu contohnya adalah ikan singa atau lionfish. Jenis ikan ini mesti diwaspadai sebab ia beracun. Tapi tidak perlu khawatir, kehidupan ubur-ubur dengan yang cukup besar bisa membuat Anda senang, karena bentuknya yang imut dan lucu.

Selebihnya, mata wisatawan akan dimanja oleh kekeyaan alam bawah laut yang menakjubkan pukau keanggunan eksotismenya. Di mana juga tersebar aneka titik penyelaman dengan keindahan yang tiada tara, dimana para pengunjung bisa memilih untuk meneylam sesuai dengan kehendak ingin menikmati kemewahan alam bawah laut yang mana. Sementara ombaknya yang sangat baik dapat digunakan untuk berselancar juga.

Untuk potensi wisata sejarah, kawasan ini juga memiliki histori yang tidak kalah penting dengan daerah lain, karena di sini terdapat makam Raja Kandang yang terdapat di Pulo Nasi. Selain itu juga terdapat sejarah yang besar sebagai benteng pertahanan masa Kerajaan Sultan Iskandar Muda, yang terkenal pada saat itu adalah Kerajaan Kandang. Kerajaan Kandang tunduk di bawah Kerajaan Sultan Iskandar Muda.

Khusus di wilayah Mukim Pulo Breueh Selatan yang memiliki empat desa yaitu Desa Alue Raya, Lapeng, Meulingge, Rhinon, juga tidak sepi dari wasatawan, khususnya di desa Meulingge. Indahnya Meulingge bagi pengunjung terdapat pada peninggalan sejarah zaman belanda, salah satunya adalah mercusuar Williams Torrent yang dibangun sejak tahun 1875 dengan ketinggian sekira 85 meter.

Menarik untuk dikunjungi lantaran mercusuar pencakar langit itu masih tegak berdiri sampai sekarang. Mercusuar itulah yang menjadi saksi superioritas perjuangan rakyat aceh melawan penjajah belanda.
Williams Torrent selain masih kokoh juga masih berfungsi sampai sekarang, kendati pancaran cahayanya tak lagi jauh memancar seperti dulu.

Baca Juga:  DPR: Perusak Terumbu Karang Raja Ampat Harus Ganti Rugi dan Dikenakan Denda Adat

Sebagia informasi, letak Pulo Aceh ternyata sangat strategis karena jarak tempuhnya dari Kota Banda Aceh tidak terlampau jauh.

Untuk ke Pulo Aceh atau ke desa Meulingge sobat bisa menggunakan jasa transportasi KM. SULTAN BAHARI atau KM. JASA BUNDA 01 melalui pelabuhan Lampulo, bedanya kalau sobat menggunakan jasa KM. SULTAN BAHARI sobat akan turun di pelabuhan Lampuyang yaitu kecatamatan atau ibu kotanya pulau aceh, dari sini Anda membutuhkan kurang lebih 3 jam perjalanan darat menuju ke meulingge, karena letak dari lampuyang itu sendiri di ujung kanan pulau sedangkan Meulingge ujung  paling kiri. Rute ini bisa dijadikan referensi, jika Anda ingin menjelajahi pulau dari ujung ke ujung.

Adapun rute yang lain, bisa naik KM. JASA BUNDA 01, kemudian turun di pelabuhan desa Gugop, desa Gugop sendiri terletak di tengah-tengah pulau atau di apit oleh lampuyang dan meulingge, dari sini membutuhkan waktu/jarak tempuh lebih kurang 1 jam perjalanan darat ke desa Meulingge.

Atau bisa juga rute yang lain yakni dengan menggunakan jasa boat kecil/fery, biasanya boat kecil ini berangkat lebih awal dari boat atau Kapal Motor diatas yang sebutkan tadi, bedanya boat kecil ini langsung kepelabuhan meulingge. (SS/MRH)

Loading...

Terpopuler