Berita Utama

Letjen TNI Meminta Agar Tentara Jangan Pernah Tergoda

Letjen TNI (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin. Foto Dok. pribadi/Nusantaranews
Letjen TNI (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin. Foto Dok. pribadi/Nusantaranews

NUSANTARANEWS.CO – Letjen TNI (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin menjelaskan bahwa di masa lalu, peran pemerintah sangat dominan dihampir semua sektor. Penyelenggara negara yang lazim disebut otoritarian menempatkan TNI dan Polri pada posisi ketat dalam mengawal pemerintah.

Kini, lanjut Sjafrie, di era demokrasi posisi TNI dan Polri harus dipastikan mengalami perubahan status dan posisi berdasarkan UU TNI dan UU Polri.

“Hampir 19 Tahun, TNI melakukan reformasi telah merubah perilaku, baik individu prajurit maupun institusi menjadi profesional yang patuh dan taat kepada amanat konstitusi. Dimana sikap independen adalah tuntutan profesionalisme militer, walau tidak disangkal masih terjadi kasuistis yang menodai TNI,” katanya, Selasa (10/1/2017).

Di sisi lain kata Sjafrie, sikap prajurit pejuang dan prajurit rakyat adalah nilai yang bermakna bagi TNI yang layak memiliki prinsip keberpihakan kepada rakyat dan memiliki kedaulatan yang asli di negeri ini.

“Di sinilah diperlukan kepastian dan keyakinan TNI yang utuh dan konsisten menterjemahkan jiwa Sapta Marga dan Sumpah Prajurit. Konsistensi kejujuran dan kebenaran mengabdi ini memastikan berbagai curiga dan tudingan akan sirna,” terangnya pada Nusantaranews.

Bagi Letjen TNI ini, hal yang paling diperlukan oleh rakyat yang melahirkan TNI adalah bersikap “Tidak” terhadap godaan kepentingan yang mencoba menggelitik.

“Ini menjadi nilai moral tertinggi sebagai kehormatan TNI yang ditebus dengan keringat dan darah dari generasi pendahulu hingga generasi penerus sampai kapanpun. Bagi prajurit waktu pengabdian pasti berlalu, tapi bagi institusi TNI menjadi ukiran sejarah. TNI adalah milik nasional harapan sekaligus menjadi perhatian rakyat,” tegasnya. (emka/red-01)

Komentar

To Top