Ekonomi

Larang BUMN Impor Gula Kristal, Tapi Pemerintah Ijinkan Perusahaan Swasta Impor

Mendag Enggartiasto Lukita /Foto Fadilah /NUSANTARAnews
Mendag Enggartiasto Lukita /Foto Fadilah /NUSANTARAnews

NUSANTARANEWS.CO – Pemerintah dalam hal ini Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI tak lagi mengijinkan perusahaan BUMN (Badan Usaha Milik Negara) PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) untuk melakukan impor gula kristal putih untuk konsumsi masyarakat.

“Tahun ini, tak ada lagi impor gula kristal putih,” tegas Menteri Perdagangangan RI, Enggartiasto Lukita, usai menyaksikan penandatanganan MoU antara Produsen dan Distributor Gula, di Kantor Kementerian Perdagangan RI, Jakarta Pusat, Senin, (16/1/2017).

Baca :

Enggar menjelaskan, pihaknya kini sudah mengijinkan importir gula untuk melakukan impor langsung. Namun gula yang diimpor bukan gula kristal putih, melainkan gula mentah (raw sugar). Gula tersebut nantinya akan diolah oleh para importir di pabriknya, barulah kemudian disalurkan ke distributor.

“Tahun ini penugasan pabrik dan pabrik mengolah raw sugar menjadi gula kristal putih dan disalurkan ke distributor, jadi tidak berjenjang dari PPI, Bulog lalu ke pabrik,” jelasnya.

Dia mengemukakan langkah tersebut dinilai lebih efisien dan dapat menekan agar harga tetap stabil seperti HET (Harga Ecerean Tertinggi) yang telah ditetapkan, ketimbang pemerintah harus menunjuk BUMN untuk mengimpor langsung gula kristal putih kemudian disalurkan kembali kepada pabrik dan didistribusikan kepada distributor.

Adapun perusahaan yang dimaksud adalah 8 perusahaan yang Senin, (16/1/2017) ini melakukan nota kesepahaman bersama distributor gula. Dimana 8 perusahaan tersebut merupakan importir raw sugar yang kemudian diolah menjadi gula kristal putih. Kedelapan perusahaan tersebut juga saat ini menguasai sekitar 70% distribusi gula nasional yang berasal dari impor tersebut.

Dengan demikian, upaya pemerintah untuk tetap menjaga komitmennya menstabilkan harga bahan pokok seperti gula pada level Rp 12.500 per kiligram dapat terwujud. (Restu)

Komentar

To Top