Lahan Pertandian terbengkalai. Foto IST
Lahan Pertandian terbengkalai. Foto IST

NUSANTARANEWS.CO – Direktur Pengelolaan Air Irigasi Kementerian Pertanian (Kementan), Tunggul Iman Panudju, menyayangkan keluhan masyarakat terkait masalah-masalah bidang pertanian.

“Banyak hal-hal di luar kewenangan kita, tapi masyarakat mengharapkan kepada kita,” ungkapnya kepada wartawan di Hotel Atlet Century Park Senayan, Jakarta, Senin (5/11/2016).

Menurut Tunggul, permasalahan mengenai lahan sebenarnya bisa dikategorikan buruk baik dilihat secara sadar atau tidak. Permasalahan tersebut meliputi alih fungsi lahan dan kepemilikan lahan.

“Banyak lahan kita belum terjamah, dengan sadar atau tidak, sekitar 107 hektar sawah kita hilang. Hal tersebut tidak lagi ada dalam cakupan Kementan saja, namun sudah mencakup ranah pemerintah daerah setempat juga. Terlalu naïf jika hanya menggantungkan tanggung jawab masalah tersebut pada Kementan saja,” ujarnya.

Namun demikian, dirinya menjelaskan, Pemerintah telah memberikan banyak bantuan seperti agunan, berupa benih, pupuk dan sebagainya, namun bantuan tersebut masih belum dioptimalkan sebagai modal.

Selain itu, lanjut Tunggul, ada juga berbagai bantuan bersifat non-agunan yang dipergunakan untuk meningkatkan tambahan infrastrukrur pendukung.

“Contoh bantuan non-agunan seperti jaringan irigasi tersier dapat meningkatkan hasil tani, sebut saja irigasi yang telah dikembangkan di Bandung, dikembangkan dari IP semula 1,3 mendekati 2,” katanya.

Hal tersebut, menurut Tunggul, merupakan kemajuan yang baik. Begitupula dengan pembangunan sawah tadah hujan, meningkatkan kali panen, dari semula dua kali panen setahun menjadi tiga kali panen setahun.

“Saya dengar, Kemendes PDTT ada Rp22,6 triliun untuk pengadaan air. Kami menyambut baik,” ungkapnya menambahkan. (Deni)

Komentar