Connect
To Top

Kusuap Sepi, Kucari Jalan Pulang

Puisi HM. Nasruddin Anshoriy Ch

KUSUAP SEPI

Kusuap sepi seirama kasidahMu, Tuhan.

Serbat taubat telah kureguk dari cawan rindu.

Kusuap senyap dari detak jantungku, saat sunyi menari di ulu hati.

Semanis inikah arak kasihMu, duhai Maha Kekasih?

Kusuap hasrat pada remuk amukku, cinta yang membakar pada tulang rusukku.

Kupeluk belukar duri dalam deru ombakMu, hingga laut berdiri memyanyikan tadarusku.

 

KUCARI JALAN PULANG

Kucari jalan pulang sambil berdendang. Berteman harmonika kususuri rinduku.

Kepingan wajahmu acapkali menghadang, membelokkan langkahku. Kadang menjauh, kadang mendekat.

Benarkah kita ini sebait puisi yang telah berubah menjadi lagu? Ataukah kita sebutir doa yang terbelah menjadi dua?

Betapa sulit mencari jalan pulang, sesulit memaafkan diri sendiri kala mengingat masa lalu.

Berteman harmonika, malam ini kumulai hijrahku, mengembara memburu peta, mencari rumah sendiri di sudut hati.

 

Gus Nas

Gus Nas

*HM. Nasruddin Anshoriy Ch atau biasa dipanggil Gus Nas mulai menulis puisi sejak masih SMP pada tahun 1979. Tahun 1983, puisinya yang mengritik Orde Baru sempat membuat heboh Indonesia dan melibatkan Emha Ainun Nadjib, HB. Jassin, Mochtar Lubis, WS. Rendra dan Sapardi Djoko Damono menulis komentarnya di berbagai koran nasional. Tahun 1984 mendirikan Lingkaran Sastra Pesantren dan Teater Sakral di Pesantren Tebuireng, Jombang. Pada tahun itu pula tulisannya berupa puisi, esai dan kolom mulai menghiasi halaman berbagai koran dan majalah nasional, seperti Horison, Prisma, Kompas, Sinar Harapan dll. Baca : Biogragi Singkat.

Komentar