Wakil Ketua DPR RI bidang Koordinator Politik dan Keamanan, Fadli Zon)/Foto Istimewa/@fadlizon
Wakil Ketua DPR RI bidang Koordinator Politik dan Keamanan, Fadli Zon)/Foto: Istimewa

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Rencana kunjungan Raja Arab Saudi, Salman bin Abdul Aziz Al Saud, beserta 1500 rombongan ke Indonesia pada tanggal 1 Maret 2017 ini, mengundang perhatian luas dari berbagai elemen, baik di dalam maupun luar negeri.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon, mengungkapkan bahwa kunjungan Raja Salman ke Indonesia sebagai sebuah peristiwa diplomatik penting bagi peningkatan hubungan kedua negara, baik secara politik, ekonomi, budaya, dan keagamaan.

“Kunjungan Raja Arab Saudi kali ini membawa misi diplomasi ekonomi yang sangat positif bagi Indonesia. Kita tahu bahwa sejak 2016 lalu, Arab Saudi giat melakukan diversifikasi ekonomi untuk mengurangi ketergantungannya terhadap sektor migas. Salah satunya yakni dengan aktif melakukan kerja sama investasi,” ungkapnya kepada wartawan, Jakarta, Selasa (28/02/2017).

Menurut Fadli, di tengah hubungan yang kurang baik dengan negara-negara barat, yang dipicu oleh kebijakan diskriminatif Amerika Serikat (AS) terhadap negara timur tengah, Asia menjadi pilihan destinasi utama bagi investasi Arab Saudi.

“Itulah mengapa Arab Saudi agresif melakukan pendekatan investasi ke China, Jepang, Malaysia, dan juga Indonesia. Peluang ini harus kita tangkap untuk kepentingan nasional kita,” ujar Politisi dari Partai Gerindra itu.

Dalam konteks tersebut, Fadli juga melihat bahwa Indonesia memiliki posisi khusus di mata Arab Saudi. Selain karena Asia, Indonesia juga merupakan negara muslim anggota G20 bersama Arab Saudi dan Turki. Kondisi ini yang  membuat Indonesia semakin strategis bagi investasi Arab Saudi.

Untuk itu, Fadli pun sangat berharap agar momentum kunjungan Raja Salman ini benar-benar dioptimalkan oleh pemerintah Indonesia dalam mendetailkan semua agenda kerja sama ekonomi yang akan dijalin.

“Sebab kita tahu bahwa sebelumnya kedua negara juga sudah melakukan perbincangan intensif sejak 2015 tentang rencana mega investasi Arab Saudi di Indonesia. Baik itu di bidang energi, perumahan murah dan pariwisata,” katanya.

Sehingga, Fahri mengatakan, pertemuan kedua negara nanti harus lebih fokus pada hal-hal konkrit. Jangan sampai kerja sama berhenti pada MoU saja, tapi tak ada realisasi. “Kita harus tahu apa yang kita inginkan dari Arab Saudi.
Pertemuan kali ini harus ada bobot lebih. Jangan sampai berakhir seremonial saja,” ujarnya.

Meski akan fokus pada isu ekonomi, Fadli menambahkan, momen ini juga penting untuk meningkatkan pelayanan bagi jamaah haji dan umrah Indonesia, serta perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Arab Saudi.

“Pemerintah harus memastikan situasi kondusif dari ancaman keamanan atau bentuk gangguan lainnya,” ujarnya.

Penulis/Reporter: Rudi Niwarta

Komentar