Ilustrasi Sampah Plastik/Trivandrum, India. © JP vía Flickr

NUSANTARANEWS.CO, San Jose – Penggunaan plastik sekali pakai bukanlah hanya masalah bagi Kosta Rika tetapi juga bagi seluruh dunia. Diperkirakan jika pola konsumsi seperti saat ini berlanjut terus maka pada tahun 2050, sampah plastik akan memenuhi lautan yang dapat membahayakan kehidupan biota laut. Di Kosta Rika, 4.000 ton limbah padat diproduksi setiap hari, dan 20 persennya tidak pernah sampai ke pusat daur ulang atau tempat pembuangan akhir, melainkan berakhir di sungai, pantai dan hutan Kosta Rika.

Kesadaran inilah yang kemudian menjadikan Kosta Rika siap menjadi negara zona bebas plastik sekali pakai. Dengan pendekatan yang komprehensif, Kosta Rika akan menghilangkan beragam jenis plastik sekali pakai, mulai dari kantong plastik, botol, sampai garpu plastik, tutup gelas, pengaduk kopi, dan sejenisnya.

Kosta Rika bermimpi menjadi pionir di dunia dalam hal memberantas pemakaian plastik sekali pakai pada 2021. Tujuan ambisius negara itu adalah mengganti produk seperti tas plastik, sedotan, wadah dan pengaduk kopi dengan bahan terbarukan.

Inisiatif negara Amerika Tengah tersebut, dipelopori oleh kementerian Kesehatan dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Energi yang mendapat dukungan penuh dari UNDP, termasuk Pemerintah Daerah, serta masyarakat sipil dan sektor swasta. Memang ini sebuah prestasi yang sulit dicapai, namun bila para pemangku kepentingan berkolaborasi bukanlah hal yang mustahil.

“Menjadi negara pertama yang bebas menggunakan plastik sekali pakai adalah jargon misi kami. Dan jelas tidak mudah, apalagi pemerintah tidak bisa melakukannya sendiri,” demikian pernyataan bersama dari Menteri Lingkungan dan Energi Edgar Gutiérrez, Menteri Kesehatan Maria Esther Anchía dan perwakilan UNDP di Kosta Rika Alice Shackelford.

Untuk itu, Pemerintah Kosta Rika telah mempromosikan ke sektor publik dan swasta – untuk melakukan tindakan terhadap pemakaian plastik sekali pakai. Ada lima langkah strategis yang akan dijalankan, yakni dengan menawarkan insentif, kemudahan bagi pemasok; penggantian produk plastik sekali pakai, penelitian dan pengembangan serta investasi. Inisiatif ini diharapkan dapat berjalan dengan dukungan kepemimpinan serta partisipasi seluruh elemen masyarakat. (Aya)

Komentar