(Getty Images/iStock)
(Getty Images/iStock)

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Sebuah studi menemukan bahwa mengkonsumsi alkohol dalam jumlah banyak selama masa kehamilan bisa mengubah bentuk wajah bayi. Sedangkan mengkonsumsinya dalam kadar sedikit saat hamil bisa mengubah ciri khas bayi.

Periset merinci bahwa perubahan tersebut akan tampak di sekitar hidung, mata dan bibir. Itu bisa dilihat ketika bayi sudah berusia satu tahun. Periset meneliti gambar wajah 415 anak berusia satu tahun. Mereka kemudian menemukan perubahan pada bayi yang semasa dalam kandungan ibunya mengkonsumsi alkohol.

Dikatakan, alkohol ternyata mempengaruhi bentuk wajah pada trimester pertama atau selama masa kehamilan. Namun, perubahan wajah yang diamati dalam penelitian begitu halus sehingga tidak terlihat oleh mata telanjang.

Periset menggunakan perangkat lunak pencitraan 3D yang canggih yang menunjuk hampir 70.000 bagian wajah bayi untuk mengidentifikasi perbedaan antara bayi yang ibunya telah minum alkohol dibandingkan dengan yang ibunya tidak.

Bahkan kadar alkohol rendah, dikaitkan dengan perubahan bentuk wajah. Ini tidak berarti bahwa minum alkohol dalam jumlah sedikit berbahaya bagi janin.

“Kami tidak tahu apakah perubahan kecil dalam bentuk wajah anak-anak terhubung dengan cara apapun untuk perbedaan dalam perkembangan mereka,” kata Jane Halliday dari Murdoch Children’s Research Institute di Victoria, Australia, yang memimpin penelitian tersebut mengatakan kepada The New Scientist seperti dikutip Independent. “Kami berencana untuk melihat ini saat anak-anak tumbuh,” tambahnya.

Di antara perubahan fitur wajah yang ditemukan peneliti adalah hidung yang sedikit lebih pendek dan agak terbalik.

Karakteristik wajah ini terkait dengan sindrom alkohol janin akibat minum berat selama kehamilan. Mata yang lebih kecil dan bibir atas yang tipis juga terkait dengan kondisinya, bersamaan dengan gangguan perhatian dan perilaku.

Dari semua 1570 wanita yang disurvei Australia, 27 persen mengatakan bahwa mereka minum setidaknya beberapa alkohol saat hamil. (ed)
Editor: Eriec Dieda

Komentar