Program Listrik 35.000 MW Masih Terhambat/Foto: via sindonews.com
Ilustrasi Program Listrik 35.000 MW Masih Terhambat/Foto: via sindonews.com

NUSANTARANEWS.CO – Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Jawa 7 yang berlokasi di Desa Terate, Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang, Provinsi Banten merupakan bagian proyek listrik 35.000 Megawatt (MW). PLTU ini dibangun dengan skema pengembang listrik swasta oleh konsorsium China Shenhua Energy Company Limited dengan kepemilikan saham mayoritas sebesar 70 persen bersama anak perusahaan PT Pembangkitan Jawa-Bali (PJB), yakni PT PJB Investasi dengan kepemilikan saham 30 persen. Keduanya kemudian membentuk Special Purpose Company dengan nama PT Shenhua Guohua Pembangkitan Jawa Bali (PT SGPJB).

Seperti diketahui Konsorsium China Shenhua Energy Company Limited dan PT Pembangkitan Jawa Bali (PJB) telah menyelesaikan pendanaan (financial close) PLTU Jawa 7 berkapasitas total 2.000 MW pada 29 September 2016. Sebagai informasi, sebelumnya Konsorsium China Shenhua telah memenangi tender sebagai penawar terendah dengan harga US$4,25 sen/kWh.

Investasi yang dikucurkan untuk mendanai proyek ini mencapai US$ 2 miliar, dengan target operasi pada 2019-2020 sesuai dengan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2016-2025.

Energi listrik yang dihasilkan dari pembangkit ini akan memperkuat sistem ketenagalistrikan Jawa-Bali yang akan disalurkan melalui Gardu Induk Balaraja 500 kiloVolt (kV). Saat ini, kapasitas terpasang sistem Jawa-Bali sebesar 33.863 MW dengan daya 31.614 MW dan beban puncak 24.589 MW.

“Kehadiran PLTU Jawa-7 diharapkan dapat memperbaiki cadangan pembangkit serta meningkatkan keandalan sistem Jawa-Bali, sehingga kondisi siaga atau kritis akibat kekurangan pembangkit tidak terjadi lagi pada saat beban puncak,” kata Agung.(Banyu)

Komentar