Sri Mulyani/Foto Istimewa
Sri Mulyani/Foto Istimewa
Sri Mulyani
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati

NUSANTARANEWS.CO – Publikasi data anggaran akan semakin terbuka setelah Direktur Jenderal Anggaran menandatangani letter engagement pada 24 Maret 2016, yang berisikan komitmen Indonesia untuk terus meningkatkan transparansi anggaran. Pemerintah Indonesia yang diwakili oleh Direktorat Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan akan terus dilibatkan dalam pembahasan mengenai berbagai upaya meningkatkan transparansi anggaran, partisipasi publik, dan tanggung jawab pemerintah dalam kebijakan anggaran.

Global Initiative for Fiscal Transparency (GIFT), pada April 2016 lalu, telah menyelenggarakan workshop bertajuk Fiscal Transparency Portal Implementation Strategy and Open Data. Indonesia dan beberapa negara seperti Colombia, Paraguay, Dominican Republic, Tunisia, Uruguay, South Africa, Peru, Morocco, El Salvador di Mexico. Dalam workshop ini, delegasi Indonesia diwakili oleh Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Pengeluaran Negara Purwiyanto, Kepala Sub Direktorat Data dan Dukungan Teknis Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Wawan Sunarjo, Kepala Seksi Data dan Informasi APBN I G. A. Krisna Murti Rs, dan Seknas Fitra Yenti Hidayat.

Publikasi data anggaran merupakan topik utama pembabhasan untuk melihat transparansi anggaran dari berbagai sudut pandang baik dari sisni teknis maupun teknologi informasi yang digunakan. Dalam BOOST Initiative (World Bank) bahkan disebutkan tentang pentingnya tool yang dipakai dalam sebuah portal data anggaran sehingga dapat menampilkan data anggaran yang user-friendly.

Salah satu keputusan penting dalam workshop ini adalah perlunya disusun serangkaian rencana untuk membangun sebuah portal data anggaran yang mudah diakses dan dimengerti oleh publik. Terkait hal ini, pembangunan portal data anggaran merupakan target pada tahun 2016. Portal data anggaran nantinya akan menampilkan data series anggaran dari waktu ke waktu. Hal terpenting yang perlu dibangun dalam portal data anggaran bukan hanya terletak pada kemudahan publik dalam mengakses portal data anggaran dan kemudahan untuk mengunduh data, tapi bagaimana data anggaran tesebut dapat dimengerti oleh publik.

Mexico dan beberapa negara lainnya juga berbagi pengalaman dalam implementasi portal data anggaran. Salah satu hal yang dipaparkan adalah bagaimana mengkoordinasikan berbagai data anggaran yang tersebar di kementerian untuk kemudian dijadikan satu portal data. Mereka memanfaatkan teknologi geo-location untuk menunjukkan sebaran data anggaran di berbagai daerah, dan menyediakan sarana komunikasi antara pemerintah dan publik (masyarakat). Metode ini terbukti efektif untuk memperbaiki kualitas kebijakan anggaran. Desain grafis yang berkualitas turut mendukung keindahan tampilan portal data sehingga menarik minat publik untuk melihat dan mengakses informasi tentang anggaran.

Sebagai tambahan informasi, pada tahun ini Indonesia akan menjadi tuan rumah dalam pelaksanaan Workshop “A Fiscal Opennes Working Group”. Acara ini akan diselenggarakan pada bulan Agustus 2016.(Banyu/Direktorat Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan).

Berita Terkait
Langkah Indonesia Menuju Clean Goverment

Komentar