Basarnas bersama BNPB dan TNI/Polri terus melanjutkan proses evakuasi korban gempa Aceh/Foto Andika /NUSANTARAnews
Basarnas bersama BNPB dan TNI/Polri terus melanjutkan proses evakuasi korban gempa Aceh/Foto Andika /NUSANTARAnews

NUSANTARANEWS.CO – Pendataan jumlah pengungsi terus dilakukan dalam penanganan dampak gempa bumi 6,5 SR di Aceh. Jumlah pengungsi terus bertambah karena pendataan yang makin baik. Saat ini terdapat sekitar 43.000 jiwa pengungsi yang tersebar di berbagai tempat. Pengungsi harus segera dipenuhi kebutuhan dasarnya selama dalam pengungsian.

Lembaga-lembaga kemanusiaan yang tergabung dalam Kluster Nasional Penanganan Pengungsi (PP) mulai melakukan koordinasi pada Jumat (9/12/2016) malam di Pos Komando Utama yang berlokasi di kantor Bupati Pidie Jaya.

Kluster ini akan membantu untuk mengefektifkan operasi tanggap darurat di bawah pos komando (posko). Kluster ini terbagi dalam empat area penanganan yaitu air bersih dan sanitasi, pengungsian, proteksi dan psikososial, dan keamanan.

Dalam rapat koordinasi, kluster ini telah menyusun matriks 3W (siapa/who melakukan apa/what dan dimana/where). Kluster bekerjasama dengan Bulog untuk menyiapkan gudang logistik di Pidie Jaya.

Dalam rapat koordinasi itu, kluster berkoordinasi dengan pemerintah provinsi dan dalam operasi, mereka berada di bawah operasi Pos Komando. Melalui mekanisme ini, pemerintah mengharapkan tidak ada duplikasi maupun gap  selama masa tanggap darurat.

Bayu dari Care Indonesia yang mewakili Kementerian Sosial yang ditunjuk sebagai leading sektor kluster mengatakan, apa yan diskusikan akan melengkapi matriks (3W) yang ada. “Kita akan koordinasikan dengan provinsi dan posko utama,” ujar Bayu di Pidie Jaya yang ditulis Sabtu(10/12/2016).

Sementara itu Direktur Kesiapsiagaan BNPB Medi Herlianto berujar, tujuan kluster adalah mengefektifkan operasi tanggap darurat dari lembaga-lembaga pemberi bantuan yang sesuai dengan jenis bantuan dan aktivitasnya.

“Kluster memudahkan untuk pengintegrasian penanganan pascagempa pada sektor-sektor. Nantinya pemerintah daerah yang akan mengisi kebutuhan di wilayah terdampak,” ujar Medi.

Kluster Penanganan Pengungsi akan melakukan pertemuan koordinasi secara reguler untuk terus mengupdate perkembangan terkini dan aktivitas yang telah dilakukan. (Andika)

Komentar