NUSANTARANEWS.CO – Sekitar 200 siswa/siswi Sekolah Menengah Pertama (SMP) dari 20 sekolah se-DKI Jakarta memperingati Hari Ozon Internasional di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur. Acara ini digelar oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dengan menggandeng Pusat Peragaan Ilmu Pendidikan Tinggi (PPITEK-DKITI).

Direktur Jenderal (Dirjen) Pengendalian Perubahan Iklim KLHK Nur Mastipatin berujar tema yang diusung kali ini adalah ‘Bekerjasama Mengurangi Kerusakan Lapisan Ozon Melalui Protokoler Montreal’.

“Seperti tadi kita sudah mulai apa saja yang diatur di dalam protokol motreal kemudian kenapa protokol penting. Karena kalau kita bicara ozon inikan isunya global tetapi aksinya sudah dimulai di global, nasional, dan juga individu, nah jadi itu mengapa topik tersebut dipilih,” tuturnya dalam acara Ceremony ‘Hari Ozon Seduni 2016’ di TMII, Jakarta Timur, Jumat, (16/9/2016)

Peringatan Hari Ozon ini sudah tiap tahun dilaksanakan oleh KLHK di berbagai tempat yang berbeda. Kegiatan yang diadakan kali ini berupa seminar pengetahuan, games-games seru, membuat mainan dari bahan bukan perusak lapisan ozon, dan kegiatan bermanfaat lainnya.

Kegiatan ini diharapkan dapat menanamkan dasar-dasar yang baik pada batin siswa-siswi untuk selalu mencintai lingkungan dan dapat mengedukasi masyarakat agar lebih peduli lingkungan.

“Jadi nanti mereka bisa menerapkannya dirumah mereka masing-masing, dan mereka bisa memberitahukannya kepada orangtua mereka. Jadi mereka ikut berkontribusi mengurangi pengikisan lapisan ozon,” kata dia.

Selama kegiatan tambah Nur, siswa-siswi akan didampingi oleh masing-masing guru pendamping yang telah ditentukan.

Setelah memberikan paparan, acara tersebut pun resmi dibuka oleh Direktur Jenderal (Dirjen) Pengendalian Perubahan Iklim KLHK Nur Mastipatin. Siswa-siswi pun cukup antusias saat dibukanya acara tersebut.

Selanjutnya diadakan pula talkshow interaktif antar siswa dan tamu VVIP seperti Dirjen Pengendalian Perubahan Iklim KLHK Nur Mastipatin, dan Direktur Sistem Inovasi Kemenristekdikti, Ophirtus Sumule. Dimana mereka diberikan pertanyaan yang cukup bermanfaat, dan bagi siapa yang bisa menjawab akan diberikan hadiah. (Restu)

Komentar