Amankan Pancasila, Selamatkan NKRI dari Paham Liberalisme dan Paham Khilafah. Foto Ilustrasi/IST
Ilustrasi. (Foto: Istimewa)

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Relawan Jokowi yang tergabung dalam Kebangkitan Indonesia Baru (KIB) pada Jum’at 16 Juni 2017 menggelar diskusi bertajuk Sehati Sepikir Dalam Kebhinekaan. Dalam hal ini, Ketua Bapilu DPP PDIP, Agustin Teras Narang, mengaku prihatin dengan kondisi kebangsaan saat ini.

Menurutnya bangsa Indonesia sedang diuji. Tidak hanya masalah intoleransi, tetapi juga fitnah (hoax) dan juga adu domba. Dimana masyarakat satu sama lain saling menuding dan menghujat. Situasi ini dinilai berpotensi memicu perpecahan.

“Mulai saat ini jika ada kelompok yang mengungkit-ungkit masalah perbedaan kita jangan diam,” kata dia di Jakarta. Dirinya menambahkan, Indonesia sebagai negara Pancasila sudah final. Maka ia berharap pada generasi muda untuk tidak diam dalam menyuarakan Pancasila.

“Jangan takut bicara, Saya Pancasila, Saya Indonesia,” imbuhnya.

Sementara itu, pengajar magister hukum Universitas Admadjaya, Surya Tjandra, merasa khawatir dengan perkembangan saat ini.  Keberadaan HTI menurutnya sangat meresahkan masyarakat, karena dianggap ingin mendirikan negara khilafah.

“Jangan takut, kita harus berjuang untuk Pancasila,” ungkapnya.

Selain isu HTI yang ingin mendirikan negara khilafah, dugaan semakin menguatnya kebangkitan PKI gaya baru di Indonesia juga semakin meresahkan publik tanah air. Contoh baru-baru ini viral berita yang bertendensi mengadu-domba antara TNI dan Polri. Dimana beredar tentang kabar polisi yang ingin meminjam Buku Merah (Buku OT) berisi nama-nama orang yang terlibat G 30S/PKI ke Koramil. Ditambah lagi dengan fenomena beredarnya lambang palu arit di banyak tempat, sepanjang 2016 lalu.

Dalam sejarahnya, propanda dan gerakan komunisme di Indonesia juga tidak kalah mengerikan. Tercatat sudah dua kali kedute yang dilakukan oleh PKI kepada negara. Meski Tap MPR 1966 ditetapkan, namun tak menjamin sepenuhnya, bahwa ideologi komunis di Indonesia mati. Bahkan Presiden Jokowi sendiri pun mengaku siap untuk menggebuk PKI.

Reporter: Ucok Al Ayubbi
Editor: Romandhon

Komentar