Ketua MPR RI, Zulkifli Hasan, saat menghadiri acara Refleksi 71 Tahun Muslimat NU bertema Pancasila, Agama dan Negara/Foto Dok. Humas MPR RI/Nusantaranews
Ketua MPR RI, Zulkifli Hasan, saat menghadiri acara Refleksi 71 Tahun Muslimat NU bertema Pancasila, Agama dan Negara. (Foto Dok. Humas MPR RI)

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Ketua MPR Zulkifli Hasan mengajak umat Islam untuk tidak lagi mempersoalkan perbedaan antar golongan umat Islam. Dia menilai, hal tersebut tidak prinsip dan tidak perlu diperdebatkan.

“Jangan lagi kita ribut soal jenggot atau tidak jenggotan, celana cingkrang atau tidak, tarawih 23 atau 11 dan lainnya. Hormati sikap masing-masing jauh lebih baik,” ujar Zulkifli dalam keterangan tertulis dari MPR, Sabtu (8/7/2017).

Hal ini disampaikan Zulkifli saat berpidato di hadapan 500 lebih peserta Muktamar I Perkumpulan Lembaga Dakwah dan Pendidikan Islam Indonesia (PULDAPII) di Asrama Haji Sukolilo Surabaya, hari ini.

“Ketika kita berpecah-belah, di saat yang bersamaan tanah kita, tambang kita, kekayaan alam kita dikuasai oleh asing,” kata dia.

Zulkifli mengutip pernyataan alhmarhum KH Hasyim Muzadi yang mengajak umat Islam bersatu dan tidak lagi persoalkan perbedaan.

“Almarhum KH Hasyim Muzadi pernah sampaikan kalau beda ya jangan disama-samakan. Tapi kalau sama ya jangan dibeda-bedakan,” ucapnya.

Kalau umat Islam solid, kata Zulkifli maka bisa dikonversi menjadi kekuatan ekonomi yang sangat besar.

“Bayangkan kalau umat Islam bersatu memperkuat ekonomi umat mulai dari produksi, distribusi sampai konsumsi. Umat Islam bisa mandiri dan berdaulat dengan kekuatan ekonomi,” tutur Zulkifli.

Pewarta: Ricard Andika
(ed) Romandhon

Komentar