Ketua MPR RI, Zulkifli Hasan, saat menghadiri acara Refleksi 71 Tahun Muslimat NU bertema Pancasila, Agama dan Negara/Foto Dok. Humas MPR RI/Nusantaranews
Ketua MPR RI, Zulkifli Hasan, saat menghadiri acara Refleksi 71 Tahun Muslimat NU bertema Pancasila, Agama dan Negara. (Foto Dok. Humas MPR RI)

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Ketua MPR RI, Zulkifli Hasan, mengungkapkan bahwa Rakyat Indonesia saat ini sedang terdegradasi nilai luhur warisan para Bapak Bangsa, yakni Pancasila. Hal tersebut Zulkifli sampaikan saat menghadiri Refleksi 71 Tahun Muslimat NU bertema ‘Pancasila, Agama dan Negara’ di Hotel Crown Jakarta, Senin (27/3/2017).

“Sekarang yang ada saling curiga. Kalau bukan kelompoknya, diserang dan dijelek-jelekkan. Lalu dimana Pancasilanya?” ungkapnya.

Untuk itu, Zulkifli pun mengajak warga Nahdliyin khususnya Muslimat NU di seluruh Indonesia untuk menjaga Pancasila dan nilai-nilai luhur ke-Indonesia-an yang kian melemah tersebut. Zulkifli mengingatkan bahwa sila-sila yang ada di dalam Pancasila sudah memberikan landasan tegas mengenai persatuan dan kebhinnekaan.

“Bersama Pancasila, ayo kita maju bersama. Yang kaya silahkan, tapi yang miskin naik derajatnya. Antar kelompok walaupun berbeda tetap saling menghargai dan saling percaya,” ujarnya.

Selain Ilmu pengetahuan dan teknologi, Zulkifli memaparkan, bangsa yang maju adalah bangsa yang saling percaya antara satu dengan lainnya. Bukan bangsa yang saling bertengkar dan memusuhi.

“Kuncinya adalah Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, rasa saling percaya dan kembali pada nilai-nilai luhur kita. Ini syarat majunya suatu bangsa,” katanya tegas.

Dengan cabang yang tersebar sampai Desa dan Kecamatan, Zulkifli yakin, Muslimat NU akan berada paling depan dalam menjaga nilai-nilai luhur ke-Indonesia-an tersebut. “Dengan Pancasila, kita tumbuhkan rasa saling percaya. Saling menguatkan sesama saudara sebangsa,” ungkapnya menambahkan. (DM)

Editor: Romandhon

Komentar