Ketua MPR Zulkifli Hasan saat membesuk Irman Gusman di KPK, Senin (10/10)/Foto Fadilah / Nusantaranews
Ketua MPR Zulkifli Hasan saat membesuk Irman Gusman di KPK, Senin (10/10)/Foto Fadilah / Nusantaranews

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Ketua MPR RI, Zulkifli Hasan, mengakui bahwa lembaga DPR RI memang merupakan lembaga dengan tingkat ‘kebersihan’ yang terburuk atau dengan kata lain yang terkorup.

Hal tersebut disampaikan Zulkifli saat menanggapi hasil survei dari sejumlah lembaga survei seperti Transparency International Indonesia (TII) dan Global Corruption Barometer (GBC) yang menyatakan bahwa DPR RI merupakan lembaga yang terkorup.

“Memang (DPR) masih bisa lebih jelek dari sekarang? Jangan begitu dong, udah lah yang paling buruk ya yang sekarang ini, kita akui itu udah yang paling buruk lah. Saya kira nggak ada lagi yang lebih buruk dari (DPR) sekarang,” ungkapnya kepada wartawan saat ditemui di Gedung DPR/MPR RI, Jakarta, Senin (13/03/2017).

Menurut Zulkifli, siapapun yang akan menjadi tersangka lagi nantinya dalam kasus mega korupsi e-KTP, anggap saja hal tersebut sebagai ujian bagi bangsa ini. Namun tetap, ia menegaskan, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) harus menuntaskan kasus ini hingga ke akar-akarnya dan jangan tebang pilih.

“Soal kasus siapapun kita serahkan ke KPK, kita percayakan bahwa ini saya pernah bilang kemarin kan ini ujian bagi kita semua. Jagalah harapan asa rakyat ini, semua tumpuan sekarang pada KPK, kita berharap KPK bisa melakukan yang terbaik untuk Indonesia tercinta,” ujarnya.

Kendati demikian, saat ditanya soal sepak terjang Ketua DPR RI Setya Novanto (Setnov) yang sudah dua kali tersangkut dalam kasus yang memalukan meskipun kasus ‘Papa Minta Saham’ sebelumnya Setnov tidak terbukti bersalah, namun Zulkifli enggan berkomentar lebih jauh.

“Ya kita serahkanlah pada KPK ya, sesama bis kota kan saya (sama Setnov),” kata Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) itu.

Akan tetapi, Zulkifli mengakui, dengan kelakuan Setnov tersebut, DPR RI akhirnya harus menanggung malu lagi sebagai lembaga tinggi negara. “Ya bagaimana tidak (citra DPR tercoreng)? kan sudah disurvei, sudah disurvei kemarin kan? Lembaga paling buruk ya DPR,” katanya menambahkan. (DM)

Editor: Romandhon

Komentar