Jadilah orang sholeh/Ilustrasi SelArt/ Nusantaranews via hafism
Jadilah orang sholeh/Ilustrasi SelArt/ Nusantaranews via hafism
Jadilah orang sholeh/Ilustrasi SelArt/ Nusantaranews via hafism
Jadilah orang sholeh/Ilustrasi SelArt/ Nusantaranews via hafism

NUSANTARANEWS.CO – Hidup di dunia hanya sementara. Semua pasti meninggal pada suatu saat nanti. Namun, tak jarang manusia lebih suka mengamankan materi dunia ketimbang faktor-faktor kesholehan yang jadi tujuan hidupnya.

(Baca juga: Membangun Nasionalisme dari Pengajian)

Akibatnya, banyak orang yang mengidolakan menjadi orang kaya, tapi tidak beriman. “Kita lupa tujuan hidup, ingin kaya tapi mati masuk surga, tidak banyak musuh, tapi ada paradigma materialisme, hidup dia hanya mengamankan materi saja,” kata Direktur Program Pascasarjana Institut Ilmu Sosial dan Manajemen STIAMI, Taufan Maulami kepada Nusantaranews.co, di Jakarta, Sabtu (18/6).

Menurut Taufan, faktor kesholehan sesungguhnya amat penting di terapkan dalam semua lini kehidupan. Misalnya, tentara yang sholeh, maka hasilnya pun akan baik.

“Jadi itu nilai di sisi Allah, kalau orang kafir puasa nol hasilnya,” ujarnya.

Taufan berharap, masyarakat Islam terutama tidak meninggalkan akidahnya. Sebagaimana yang dibaca dalam setiap Shalat, sesungguhnya solat dan ibadahnya hanya untuk Allah. (Achmad)

Selanjutnya baca:

Serentak di 1.500 Masjid
Gerakan Batin : Sejuta Qulhu Untuk Kesalesan Sosial dan Spritual

Komentar