Kesehatan

Kesehatan Mental Pria Muda di Inggris Mengkhawatirkan, Bagaimana di Indonesia?

Kesehatan mental/Foto Ilustrasi/Istimewa/Nusantaranews
Kesehatan mental/Foto Ilustrasi/Istimewa/Nusantaranews

NUSANTARANEWS.CO, Inggris – Studi baru yang dirilis oleh Kantor Statistik Nasional Inggris menyebutkan bahwa wanita muda lebih banyak melaporkan masalah kesehatan mental dibandingkan laki-laki muda. Disebutkan, bunuh diri mengalami penurunan drastis di kalangan laki-laki muda di Inggris terutama mereka yang masih berusia di bawah 45 tahun.

Kendati menurun, kesehatan mental laki-laki muda masih perlu mendapatkan perhatian serius. Pasalnya, stigma dan pandangan sosial membuat mereka kerap kali merasa tertekan.

Kini, statistik menunjukkan bahwa wanita muda mengalami tren yang meningkat terkait kesehatan mental. Bahkan, disebutkan statistiknya terus menanjak.

Dari penyelidikan ihwal kesejahteraan orang berusia 16 sampai 24 tahun, di Inggris laporan masalah kesehatan mental sedang meningkat. Jumlah orang muda mengakui gejala depresi atau kecemasan meningkat dari 18 persen pada 2009-2010, naik menjadi 21 persen pada 2013-2014. Peningkatan ini terutama disebabkan oleh lebih banyak perempuan melaporkan gejala kecemasan atau depresi.

Secara keseluruhan, wanita muda yang secara konsisten dan signifikan lebih mungkin dibandingkan pria muda yang melaporkan gejala-gejala ini, dan mencetak lebih rendah “skor kesejahteraan jiwa/mental”.

Pada periode 2014-2015, satu dari empat wanita muda dilaporkan mengalami masalah kesehatan mental, dibandingkan dengan satu dari enam laki-laki muda. Grafik kesejahteraan selama periode tiga tahun juga menunjukkan penurunan yang signifikan sebagai penanda yang berkaitan dengan kesehatan mental dan dukungan sosial.

Masalahnya adalah terkait dengan kepuasan hidup yang tinggi dan kebahagiaan yang terus memburuk pada kelompok usia 16-19 dan 20-24 tahun. Kepuasan kesehatan seksual diduga jauh lebih tinggi pada pria dibandingkan wanita, namun kesenjangan menurun cukup cepat.

Masalah krusialnya bila direngkum secara keseluruhan adalah akibat pengangguran, rendahnya tingkat pendidikan dan pekerjaan. Orang muda yang menganggur berisiko jatuh pada kemiskinan yang pada 2008 mengalami peningkatan hingga 19 persen. Angka ini terus mengalami kenaikan hingga 2015 jumlahnya mencapai 25 persen. Lalu bagaimana di Indonesia?

Penulis: Eriec Dieda

Komentar

To Top