Connect
To Top

Kesadaran Pajak Masih rendah, Menkeu Sri Mulyani Minta Pemuka Agama Ikut Sosialisasikan Tax Amnesty

NUSANTARANEWS.CO – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, bahwa partisipasi masyarakat Indonesia dalam hal membayar pajak kepada negara masih sangat lemah. Hal itu diungkapkan Sri Mulyani dalam acara dialog perpajakan bersama para pemuka agama di kantor pusat Direktorat Jenderal Pajak, Jakarta, Senin(16/1/2017).

“Partisipasi masyarakat Indonesia dalam membayar pajak masih lemah. Yang hari ini harusnya wajib SPT itu 30 juta, tapi yang betul-betul menyerahkan SPT dan membayar pajak hanya 12 juta. Semoga ketaatan beribadah lebih tinggi dari itu,” ujar wanita yang akrab disapa Ani itu.

Menurutnya, 62 persen rasio pembayar pajak yang ada saat ini, merupakan dalam tingkat yang masih rendah jika dilihat dari sisi kepatuhan para Wajib Pajak (WP).

Ani berujar akan memperbaiki kinerja jajarannya, supaya ada peningkatan rasio jumlah wajib pajak yang mematuhi kewajiban pajaknya tersebut.

“Institusi pajak kita juga perlu kita bangun. Kami sudah meluncurkan tim reformasi yang akan memperbaiki Direktorat Jenderal Pajak agar menjadi institusi yang kompeten, profesional, bersih, berintegritas, dan memiliki kepastian,” sebut Ani.

Oleh karena itu, Ani meminta kepada para pemuka agama, agar dibantu menjelaskan kepada masyarakat dan para jemaah mereka untuk mematuhi kewajiban pajak, dan memanfaatkan program pengampunan pajak atau tax amnesty periode ketiga yang masih berlangsung saat ini.

“Kami ingin dibantu oleh para pemuka agama sekalian, supaya dijelaskan kepada masyarakat, di mana tax amnesty ini adalah hak dan kesempatan. Karena kalau tidak digunakan kesempatan tax amnesty ini, maka kami akan melakukan enforcement,” ungkap Ani.

“Artinya, misalkan kalau kita punya Rp100 juta yang belum dideklarasikan, maka Rp100 juta itu akan kena rate (tarif) 5 persen, jadi dia harus bayar Rp5 juta di periode kali ini,” tutur Ani. (Richard)

Komentar