Ekonomi

Kerjasama Perdagangan dengan China Jangan Sampai Lemahkan Pertahanan Indonesia

Indonesia-China
Presiden China, Xi Jinping dan Presiden Indonesia, Joko Widodo/Foto: Kemenlu RI

NUSANTARANEWS.CO – Pengamat Militer dan Intelijen, Susaningtyas Kertopati mengatakan, Indonesia boleh-boleh saja menjalin kerjasama perdagangan dengan China, tetapi hal itu diharapkannya agar jangan sampai melemahkan posisi pertahanan Indonesia.

“Tetapi hal itu jangan sampai melemahkan posisi pertahanan kita. Kalau kita mau disegani oleh bangsa lain juga harus punya armada militer yang kuat,” kata Susaningtyas kepada Nusantaranews di Jakarta, Jumat (2/9/2016).

Menurutnya, Indonesia merupakan negara maritim terbesar di dunia, sehingga penguatan alutsista TNI Angkatan Laut adalah sebuah keniscayaan yang tak dapat ditawar-tawar.

“Meskipun menjadi bangsa yang disegani itu juga harus kuat pada diplomasi, good governance, pemberantasan korupsi yang baik, pembangunan ekonomi yang kuat, berbudaya dan lain-lain,” ujar dia.

Wanita yang akrab disapa Nuning ini juga menjelaskan bahwa penguatan alutsista harus dilihat dari sudut pandang inward looking maupun outward looking, mengingat keduanya suatu hal yang tak dapat dipisahkan meski kadang ada pertentangan perspektifnya.

“Departemen terkait seperti Bappenas dan Kemenkeu juga harus memiliki visi pertahanan jika tidak maka memajukan TNI hanya sebatas wacana saja,” cetusnya.

Apakah kekuatan personel/alutsista TNI AL makin diperkuat? Apakah kekuatan TNI saat ini khususnya AL sudah sebanding dengan ancaman kedaulatan atau pencurian sumber daya alam dari laut?

“Saya rasa penguatan personel/alutsista TNI AL perlu ditingkatkan mengingat eskalasi ancaman juga ada peningkatan. Ancaman dan tantangan keamanan terbesar yang ada di wilayah Asia Tenggara saat ini adalah memanasnya konflik Laut China Selatan, di mana melibatkan beberapa negara di kawasan ASEAN seperti Filiphina, Malaysia, Thailand, Vietnam dan lain-lain,” papar Nuning. (Eriec/Hatiem/Red)

Komentar

To Top