KASAD Jenderal TNI Mulyono dan Kepala Staf Angkatan Darat Australia, Letnan Jenderal Angus Campbell. Foto via republika
KASAD Jenderal TNI Mulyono dan Kepala Staf Angkatan Darat Australia, Letnan Jenderal Angus Campbell. Foto via republika

NUSANTARANEWS.CO – Sikap Panglima TNI Gatot Nurmantyo yang menangguhkan kerjasama militer dengan Australia, menyusul insiden adanya pelecehan pada kurikulum, akhirnya disikapi bijak oleh pemerintah Australia. Dalam keterangan pers yang diterima redaksi Sabtu (7/1/2017), Australia akhirnya melunak.

Menteri Pertahanan Australia, Marise Payne, mengaku penangguhan kerjasama militer Indonesia akan membuat hubungan keduanya renggang. Karena itu, Marise Payne menjelaskan bahwa Australia akan tetap berkomitmen membangun hubungan pertahanan dengan Indonesia.

“Australia berkomitmen untuk membangun hubungan Pertahanan yang kuat dengan Indonesia, termasuk melalui kerjasama dalam pelatihan. Kami akan bekerja dengan Indonesia untuk mengembalikan kerjasama penuh sesegera mungkin,” ujarnya secara tertulis pada Rabu (4/1).

Terkait dengan penyebab penangguhan kerjasama ini, Payne menuturkan pihaknya telah menyelidiki hal tersebut. Dia menegaskan hal itu menjadi perhatian khusus pemerintah Australia.

“Kepala Angkatan Pertahanan Australia, Marsekal Mark Binskin, menulis kepada mitranya dari Indonesia, Jenderal Gatot Nurmantyo, dan memberikan penjelasan bahwa hal ini akan ditangani secara serius dan kami akan menyelidiki masalah yang diangkat,” imbuhnya.

Sementara itu, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mengaku bahwa Militer Australia sudah mengirimkan surat permohonan maaf yang dikirim Kepala Angkatan Udara Australia Marsekal Mark Binskin.

“Akhirnya beliau mengirim surat kepada saya, permohonan maaf,” ujar Gatot, Kamis (5/1/2017).

Selain permohonan maaf, lanjut Gatot, militer Australia menyatakan tengah melakukan investigasi soal dugaan adanya kurikulum yang menghina TNI dan Pancasila. Pihak Australia juga akan melakukan perbaikan terhadap kurikulum yang ada. (Adhon/Red-01)

Komentar