Ekonomi

Kereta Api Telat Tiba, KAI Siapkan Makanan Gratis bagi Penumpang

Dirut PT KAI (Persero) Edi Sukmoro/ Foto Fadilah /NUSANTARAnews

Dirut PT KAI (Persero) Edi Sukmoro/ Foto Fadilah /NUSANTARAnews

NUSANTARANEWS.CO – ‎Dalam satu bulan terakhir, banyak perjalanan kereta api yang mengalami keterlambatan keberangkatan atau kedatangan hingga 2-3 jam. Ini dikarenakan beberapa sinyal mengalami gangguan akibat hujan deras disertai petir.‎ Alhasil, banyak penumpang yang mengeluhkan pelayanan PT Kereta Api Indonesia (Persero).

Dalam maskapai penerbangan, ada kompensasi atau ganti rugi yang harus diberikan oleh maskapai penerbangan apabila terjadi keterlambatan penerbangan kepada penumpangnya. Hal tersebut seperti tercantum dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 89 tahun 2015 tentang Penanganan Keterlambatan Penerbangan (Delay Management) Pada Badan Usaha Angkutan Udara Niaga Berjadwal Di Indonesia.

Lantas bagaimana dengan Kereta Api?

Direktur Utama (Dirut) PT KAI (Persero) Edi Sukmoro mengatakan korporasi telah menyiapkan kompensasi bagi penumpang atas keterlambatan kedatangan kereta akibat berbagai faktor. Kompensasi yang diberikan berupa makanan gratis.

Kompensasi baru akan diberikan oleh korporasi, jika penumpang sudah menunggu selama minimal 3 jam. Kompensasi yang diberikan pun bervariasi tergantung waktu dan kereta yang ditumpangi.

Misalnya untuk keterlambatan 3 jam dari jadwal, baik kelas eksekutif, bisnis, maupun ekonomi akan diberikan makanan berat. Bagi penumpang kelas eksekutif makanan berat yang diberikan seharga Rp 20.000, untuk penumpang kelas bisnis seharga Rp 15.000, dan bagi penumpang kelas ekonomi disediakan makanan seharga Rp 10.000.

“Itu jika mereka sudah menunggu tiga jam yah. Sedangkan jika sudah mencapai 5 jam, akan diberikan makanan berupa snack,” tutur Edi, dalam Konferensi Pers di Jakarta Rail Center (JRC), Jakarta Pusat, Senin, (14/11/2016).

Edi menambahkan sejauh ini akibat korsleting listrik yang sering terjadi akibat hujan, belum pernah ada penjadwalan Kereta Api yang dibatalkan.

“Belum ada yang dibatalkan, sejauh ini hanya keterlambatan saja,” katanya.

Kendati demikian kata Edi pihaknya akan tetap berusaha semaksimal mungkin untuk menyediakan Kereta Api sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan. Terlepas dari itu lanjut Edi yang terpenting adalah keselamatan penumpang, bukan hanya sekedar kecepatan transportasi. (Restu)

Komentar

To Top