Program Penulisan Mastera: Puisi, di Hotel Adhyaksa, Cisarua, Bogor, Jawa Barat, Rabu (9/8/2017) lalu. Foto: aRifaDoy & Mario Desmute
Program Penulisan Mastera: Puisi, di Hotel Adhyaksa, Cisarua, Bogor, Jawa Barat, Rabu (9/8/2017) lalu. Foto: aRifaDoy & Mario Desmute

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Kepala Pusat Pengembangan dan Pelindungan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Dr. Hurip Danu Ismadi bepersan kepada para penyair dariĀ  Brunei Darussalam, Indonesia, Singapura, dan Malaysia untuk memperhatikan dan mengembangkan tiga hal yakni, olah rasa, olah pikir dan olah karya.

“Dalam Olah Rasa, seorang penyair adalah seorang perasa yang mau tidak mau mestilah peka terhadap peristiwa yang terjadi di sekitarnya dalam kehidupan sehari-hari sehingga apa yang ditulisnya (olah pikir) benar-benar membumi. Sehingga dapat dirasakan oleh pembaca dan direnungkan,” kata Danu dalam sambutannya di acara Program Penulisan Mastera: Puisi, di Hotel Adhyaksa, Cisarua, Bogor, Jawa Barat, Rabu (9/8/2017) lalu.

“Kalau perlu, yang juga pimpinan redaksi Majalah Pusat, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, puisi yang ditulisnya dapat memberi pencerahan kepada publik,” sambung Danu kepada semua hadirin.

Acara yang ditaja oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kemendikbud ini, menghadirkan penyiar dan esais Agus R. Sarjono, Acep Zamzam Noor, Joko Pinorbo, Cecep Samsul Hari, dan tiga nara sumber dari tiga negara, Dr. Haji bin Radin. Brunei Darussalam. Dr. Shamsudin bin Othman, Malaysia, dan Chairul Fahmy Hussaini, Singapura.

Program ini diikuti oleh peserta dari Brunei Darussalam, Indonesia, Singapura, dan Malaysia. Para peserta terdiri dari penyair-penyair muda. Acara yang berlangsung dari tanggal 7-13 Agustus 2017 berlangsung dengan khidmat, peserta yang terdiri dari penyair-penyair muda dari empat negara antusias mengikutinya.

Menurut Ketua panitia Program Penulisan Mastera: Puisi, Ganjar Harimansyah, kegiatan ini di samping menjadi program unggulan Mastera Indonesia, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, juga menjadi ajang silaturahmi penyair-penyair muda Asia Tenggara,

“Dengan program penulisan Mastera: Puisi, kita berharap generasi penyair muda Asia Tenggara terus tumbuh, dan karya-karya mereka kelak dapat mewarnai perpuisian di Asia Tenggara,” terang Ganjar. (F. Moses/Red02)

Editor: Ach. Sulaiman

Komentar