Ekonomi

Kementerian Pertanian Minta Usaha Tani Optimalkan Lahan Kering

Sekretaris Jendral (Sekjen) Kementerian Pertanian (Kementan), Hari Priyono. Foto via berita2
Sekretaris Jendral (Sekjen) Kementerian Pertanian (Kementan), Hari Priyono. Foto via berita2

NUSANTARANEWS.CO – Sekertaris Jendral (Sekjen) dari Kementerian Pertanian (Kementan), Hari Priyono menyampaikan bahwa usaha tani harus lebih difokuskan ke lahan kering sebab menurutnya jumlah lahan kering di Indonesia cukup luas.

Hal itu diungkapkannya saat pidato sambutannya membuka rapat koordinasi teknis perencanaan pembangunan pertanian tahun 2018, di Auditorium Kementerian Pertanian.

“Lahan kering di Indonesia ini sangat luas namun belum dapat dimanfaatkan secara maksimal sebelumnya kegiatan usaha tani (budidaya) tanaman masih terkonsentrasi dilahan optimal (irigasi) untuk itu saat ini saya minta lahan sub optimal (lahan kering) harus dimanfaatkan secata maksimal untuk komoditas apapun termasuk padi,” ujar Hari Priyono di Auditorium Kementan, Jakarta, Kamis (26/1/2017).

Hari mengimbau, Rencana Pembangunan Pertanian 2018 harus dilaksanakan perencanaannya mulai saat ini. Sehingga di Rapat Kordinasi teknis Perencanaan Pembangunan Pertanian Tahun 2018 juga harus mencermati beberapa hal.

Pertama, mencermati pembangunan pertanian tahun 2018 sesuai dengan tema Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2018 yang difoksukan pada peningkatan infrastruktur dan perluasan investasi.

Kedua, mengidentifikasi dan menyusun kegiatan-kegiatan prioritas yang menyangkut upaya peningkatan produksi komoditas strategis serta peningkatan infrastuktur dan sarana/prasarana pertanian tahun 2018.

Ketiga, mengidentifikasi dan menyusun kebutuhan kegiatan pembangunan pertanian daerah dalam rangka mendukung peningkatan produksi komoditas strategis nasional.

Keempat, membahas dan menyepakati kegiatan-kegiatan prioritas peningkatan produksi komoditas pertanian strategis.

Untuk itu ada beberapa kegiatan khusus yang harus dilaksanakan di tahun 2018 nanti. Kegiatan utama yang dimaksud adalah perbaikan jaringan irigasi harus sinergi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), gerakan perbaikan/pergantian varietas unggul, dan peningkatan implementasi kawasan cluster.

Menurut Hari, Pengembangan dan Peningkatan Kawasan (Cluster) untuk kawasan komoditi yang harus diutamakan adalah komoditi strategis yang didalamnya juga terdapat integrasi. Jadi bukan hanya satu komoditi yang dikembangkan, melainkan harus terdapat komoditi lain yang dapat menguntungkan bagi masyarakat sekitar.

“Misalnya kawasan perkebunan kelapa sawit, di dalamnya diintegrasikan dengan jagung dan ternak sapi/kambing. Dengan demikian akan ada peningkatan dari segala aspke, baik produksi maupun kualitasnya. Yang akan dianggrakan adalah komoditi utama yang dikembangkan di cluster tersebut. Tetapi masyarakat sekitar mengkombinasikan dengan komoditi lain agar ada peningkatan pendapatan dan kesejahteraan sosialnya,” kata dia.

Lebih lanjut, di cluster tersebut juga harus ada penguatan kelembagaan petani dan perekonomiannya. Harus ada pembinaan yang rutin agar di dalamnya dapat berkembang dengan baik. Untuk pembinaan ini harus dialokasikan karena pembangunan pertanian itu bermula dari pembangunan petaninya dahulu.

Masalah pembiayaan untuk usaha tani di tahun 2018 akan semakin dimantapkan. Selama ini kesulitan petani dalam hal ini adalah akses permodalan. Jadi di tahun 2018 harus ada alokasi anggaran untuk program yang memudahkan petani dalam mengakses kredit (permodalan).

“Misalnya dalam pembuatan proposal dan mekanisme pengajuan kredit ke bank. Rencananya di tahun 2018 akan dialokasikan untuk kredit pertanian sebanyak Rp 22 trilyun,” ungkapnya.

Sementara Kepala Biro Humas dan Informasi Kementerian Pertanian, Agung Hendriadi mengatakan, untuk lahan kering tersebut ada 4 juta hektare dan lahan basah 8 ,4 juta hektare. “Artinya alokasinya pasti beda karena lahan kering ini kan belum optimal. Makanya mau dioptimalkan dengan pembangunan embung,” kata dia.

Menurut Agung, lahan kering 4 juta hektare itu sudah ada pertanamannya, namun hanya saja tidak optimal. “Kadang ditanam, ada yang tidak. Luas panen 4 juta itu untuk tambah produksi pangan, komoditas strategis seperti padi, kedelai, dan jagung,” tuturnya. (Richard)

Komentar

To Top