Pelaksana Tugas Kepala Badan Ketahanan Pangan, Spudnik Sudjono/Foto Richard Andika / NUSANTARAnews
Pelaksana Tugas Kepala Badan Ketahanan Pangan, Spudnik Sudjono/Foto Richard Andika / NUSANTARAnews

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Harga cabai yang sempat melambung hingga Rp 150 ribu per kilogram akhirnya berangsur turun. Direktur Jenderal Hortikultura dari Kementerian Pertanian, Spudni Sudjono mengatakan, hal itu dikarenakan iklim yang membaik.

Curah hujan di beberapa sentra produksi cabai mulai berangsur turun sejak akhir Februari 2017. Dampaknya produksi membaik dan stok cabai rawit merah yang masuk ke Pasar Induk Kramat Jati meningkat. “Intensitas hujan yang mulai berkurang itu memberi semangat, kita melihat pasokan ke Kramat Jati makin membaik,” ujar Spudnik di kantornya, Jakarta, Senin (20/3/2016).

Menurut data resmi yang dirilis Ditjen Hortikultura, harga cabai pada tingkat pedagang di Pasar Kramat Jati yang merupakan pemasok terbesar di wilayah Jabodetabek dalam sepekan terakhir tercacat mengalami penurunan.

Penurunan paling besar terjadi pada cabai rawit merah dari harga Rp90.000 pada 12 Maret 2017 turun sebesar Rp19.000 menjadi Rp71.000 pada tanggal 19 Maret 2017.

Spudnik menyampaikan, penurunan harga cabai dipengaruhi oleh berbagai faktor. “Ada hukum supply and demand. Tapi tata niaga juga menentukan jadi semua itu jadi faktor eksternal yang mempengaruhi langsung seperti iklim,” kata dia.

Penurunan harga cabai rawit merah juga dibarengi penurunan harga jenis cabai lainnya. Cabai merah keriting turun sebesar Rp6.000 menjadi Rp17.000 dari harga sebelumnya pada Rp23.000.

Cabai rawit hijau yang sebelumnya sempat menyentuh harga Rp33.000 ikut terkoreksi menjadi Rp30.000 atau mengalami penurunan sebesar Rp3.000. Sedangkan penurunan paling kecil terjadi pada cabai merah besar turun yang turun tipis Rp2.000 menjadi Rp20.000 dari harga sebelumnya Rp22.000.

Reporter: Richard Andika

Komentar