Kementan Mengklaim Kenaikan Produksi Beras 2 Tahun Terakhir Naik Signifikan

0
Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementan, Gardjita Budi di kantornya, Jakarta, Jumat (30/12/2016)/Foto Andika/NUSANTARAnews
Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementan, Gardjita Budi di kantornya, Jakarta, Jumat (30/12/2016)/Foto Andika/NUSANTARAnews

NUSANTARANEWS.CO – Kementerian Pertanian (Kementan) mengklaim produksi beras nasional dalam 2 tahun terakhir mengalami kenaikan signifikan lebih tinggi dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, bahkan kenaikan produksinya selalu lebih tinggi dibandingkan 10 tahun terakhir.

“Beras nggak bisa dipungkiri bahwa dalam 2 tahun terakhir kenaikannya sangat tinggi dibandingkan 10 tahun atau 12 tahun terakhir. Sejak 2014 kenaikannya bisa 8,3 persen ke 2015, sekarang tahun ini saja dari 2015 ke 2016 kenaikannya 6,6 persen, dulu naiknya sekitar 4 persen,” ujar Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementan, Gardjita Budi di kantornya, Jakarta, Jumat (30/12/2016).

Meski produksi beras naik, dia berujar, kenaikan harga beras hanya di dalam negeri. Namun, kenaikan harga pangan yang menjadi mayoritas jadi konsumsi masyarakat itu dianggap stabil atau wajar.

“Harga beras relatif stabil, kenaikan beras dalam dalam batas wajar dan logis. Nggak ekstrem kenaikannya, dalam bahasa lainnya rakyat tidak direpotkan, dalam bahasa makro ekonominya, inflasi masih terjaga,” kata Gardjita.

Menurutnya, dalam penanganan ketahanan beras serta menjaga harga beras nasional, Kementan akan mengambil langkah penambahan luas tanam padi demi antisipasi musim paceklik melalui rekayasa penambahan irigasi pertanian.

“Terobosan dari sisi ketahanan pangan, disamping perbaiki irigasi, kita ubah persepsi paceklik, saat musim hujan produksi padi turun karena itu saatnya tanam. Kita rekayasa dengan memungkinkan daerah tertentu yang hanya tanam saat musim hujan, bisa ditanami saat paceklik dengan irigasi. Jadi luas tanam meningkat dari lahan yang sudah ada disamping menambah lahan baru,” tutur Gardjita. (Andika)

Komentar