Connect
To Top

Kemenperin Perkuat Mata Rantai Industri Nasional Dari Hulu ke Hilir

NUSANTARANEWS.CO, Bekasi – Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa industri petrokimia dalam negeri sedang melakukan terobosan baru dengan memenuhi kebutuhan bahan baku pembuatan komponen industri otomotif. Hal ini disampaikannya pada Peluncuran Produk Material Lokal Polypropylene Impact Copolymer untuk Mendukung Industri Otomotif Nasional di Bekasi, Jawa Barat, Kamis (9/1).

Disebutkan pula bahwa PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (CAP) mulai memasok resin polypropylene impact copolymer untuk PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) yang akan diaplikasikan pada mobil Toyota Vios dan Yaris.

“Hal ini sejalan dengan langkah Kementerian Perindustrian untuk memperdalam struktur industri nasional agar rantai nilai dari sektor hulu sampai hilir semakin kuat sehingga dapat mengurangi ketergantungan bahan baku impor,” kata Menperin Airlangga seperti dikutip dari keterangan pers, Jumat (10/2/2017)

Kerjasama antara TMMIN dengan CAP ini, kata Airlangga, akan mendorong pertumbuhan industri komponen kendaraan di dalam negeri.

“Secara nasional, saat ini terdapat sekitar 1.500 perusahaan komponen otomotif di Indonesia yang terbagi dalam tier 1 sampai 3. Selain itu dapat menjadi wahana transfer teknologi dan pengembangan sumber daya manusia di sektor otomotif,” kata Airlangga.

Menurut penjelasannya, industri otomotif nasional saat ini mampu memenuhi tingkat komponen dalam negeri (TKDN) yang berbasis bahan baku lokal sekitar 60 persen.

“Kami akan dorong terus hingga 90 persen pada tahun 2018-2019 dengan basis bahan baku plastik dan baja. Namun untuk kendaraan jenis low cost and green car (LCGC) telah mencapai TKDN sebanyak 80-90 persen,” ungkap Airlangga.

Airlangga juga menyampaikan apresiasi kepada kedua perusahaan atas komitmennya untuk meningkatkan penggunaan kandungandalam negeri, menjadikan Indonesia sebagai basis produksi serta memberdayakan mitra lokal dalam kegiatan produksinya sehingga akan menopang pertumbuhan industri nasional.

“Dengan didukung beberapa kebijakan pemerintah dalam menciptakan iklim usaha yang kondusif, kerja sama ini menjadi momentum penting untuk memaksimalkan kinerja industri kita terutama di sektor otomotifsekaligus guna mendongkrak pertumbuhan ekonomi nasional” paparnya.

Apalagi, tambah dia, industri otomotif merupakan salah satu sektor prioritas dalam kebijakan industri nasional yang ditargetkanproduksinya akan mencapai 2,5 juta unit pada tahun 2020.

“Tentunya dalam pengembangan dan pencapaian sasaran tersebut, membutuhkan koordinasi serta pemahaman visi dan misi antara pemerintah dengan pelaku usaha otomotif,” kata Menperin Airlangga.

Editor: Achmad Sulaiman

Komentar