Ekonomi

Kemendag Klaim Harga Melemah, BK Kakao 0 Persen

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Oke Nurwan. Foto Andika/Nusantaranews
Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Oke Nurwan. Foto Richard Andika/Nusantaranews

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Oke Nurwan menyampaikan bahwa, setelah memperhatikan berbagai rekomendasi, Kemendagn menetapkan harga referensi produk crude palm oil (CPO) untuk penetapan Bea Keluar (BK) periode April 2017 sebesar USD 762,88/MT.

Harga tersebut, kata Oke Nurwan, turun sebesar USD 63,02 atau 7,63% dari periode Maret 2017, yaitu USD 825,90/MT. “Saat ini, harga referensi CPO menurun, tetapi masih berada pada level di atas USD 750. Untuk itu, pemerintah mengenakan BK untuk CPO sebesar USD 3/MT untuk periode April 2017,” jelas Oke Nurwan dalam keterangannya seperti dikutip nusantaranews, Rabu (29/3/2017).

Penetapan ini tercantum dalam Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 18/M-DAG/PER/3/2017 tentang Penetapan Harga Patokan Ekspor (HPE) atas Produk Pertanian dan Kehutanan yang Dikenakan Bea Keluar. BK CPO untuk April 2017 tercantum pada Kolom 2 Lampiran II Huruf C Peraturan Menteri Keuangan No.13/PMK.010/2017 sebesar USD 3/MT. Harga tersebut turun dari BK CPO pada periode Maret 2017 sebesar USD 18/MT.

Sementara itu, harga referensi biji kakao pada April 2017 kembali menurun sebesar USD 138,79 atau 6,58% atau dari USD 2.109,86/MT menjadi USD 1.971,07/MT. Hal ini berdampak pada penetapan HPE biji kakao yang juga mengalami penurunan USD 133 atau 7,27% dari USD 1,830/MT pada periode bulan sebelumnya menjadi USD 1,697/MT pada April 2017.

Penurunan harga referensi dan HPE biji kakao disebabkan menurunnya harga internasional. Penurunan ini menyebabkan BK biji kakao turun dari 5% menjadi 0%. Hal ini terjadi pertama kali sejak biji kakao dikenakan BK pada April 2010. Hal tersebut tercantum pada kolom 1 Lampiran II Huruf B Peraturan Menteri Keuangan No.13/PMK.010/2017. Untuk HPE dan BK komoditas produk kayu dan produk kulit tidak ada perubahan dari periode bulan sebelumnya. (rsk/ris)

Editor: Achmad Sulaiman

Komentar

To Top