Ekonomi

Kemenag Bergegas Kerjakan 6 Prioritas Program Reformasi Birokrasi

Plt. Dirjen Bimas Buddha, Nur Syam. Foto Dok. Kemenag
Plt. Dirjen Bimas Buddha, Nur Syam. Foto Dok. Kemenag

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Nur Syam mengaku belum semua satuan kerja Kemenag telah menyusun program dan anggaran yang mendorong reformasi birokrasi. Karenya dia meminta jajarannya untuk menyusun program strategis dengan berpedoman pada Road Map Reformasi Birokrasi Kemenag Tahun 2015-2019 sebagaimana tertuang dalam KMA No. 447 Tahun 2015.

“Melalui forum kali ini, kita harus dapat menyusun strategi khusus dalam melakukan percepatan implementasi Reformasi Birokrasi Kementerian Agama,” ujar Nur Syam di Jakarta, Rabu (12/04/2017), sembari berharap tiga tahun ke depan, road map RB Kemenag dapat diimplementasikan sepenuhnya.

Menurut Nur Syam, Kementerian Agama memiliki enam prioritas aksi program reformasi birokrasi. Pertama, membentuk dan mengoptimalkan agen perubahan pada Kementerian Agama dengan memperkuat regulasi tentang Pembentukan Agen Perubahan; kedua, membuat regulasi mekanisme reward and punishment terhadap pegawai pada satuan kerjanya masing-masing.

“Ketiga, mengintensifkan program-program RB dengan seluruh unit kerja Kementerian Agama agar selaras dengan kebijakan dari Kementerian PAN dan RB; keempat, memperkuat peran Kelompok Kerja (Pokja) Reformasi Birokrasi pada Kementerian Agama Pusat dan Daerah agar berkoordinasi secara berkala,” urai Syam.

Adapun yang keliman ialah membuat regulasi tentang mekanisme penghitungan capaian kinerja individu; dan keenam, penganggaran yang tepat sasaran dengan program BB.

“Jangan lagi mengukur keberhasilan program, dilihat dari serapan anggaran, itu hanya salah satu indikator saja,” ucap Syam.

Menurut dia, indikator yang paling penting adalah bagaimana keserasian antara daya serap dengan laporan akuntabilitas kinerja. “Semakin baik serapan anggaran harus diikuti dengan semakin baik laporan akuntabilitas kinerja,” katanya lagi. (rsk/rep)

Editor: Achmad Sulaiman

Komentar

To Top