TKA Asing Asal Tiongkok di Bogor saat disidak Menaker M. Hanif Dakhiri/Foto : Dok. Humas Kemnaker
TKA Asing Asal Tiongkok di Bogor saat disidak Menaker M. Hanif Dakhiri/Foto : Dok. Humas Kemnaker

NUSANTARANEWS.CO – Kebijakan bebas visa untuk memberikan kebebasan bagi wisatawan asing bertandang ke Indonesia menuai polemik dan kontrobersi dari berbagai kalangan, termasuk DPR. Kebijakan ini dinilai hanya akan memberikan dampak negatif bagi Indonesia, utamanya perihal keamanan negara.

Kebijakan soal bebas visa bagi wisatawan asing menjadi kian runyam. Pasalnya, di waktu yang sama muncul pula isu yang menyebutkan bahwa Indonesia kini tengah dibanjiri oleh tenaga kerja asing, terutama dari Tiongkok yang dijumpai di berbagai tempat. Bahkan, ada sebagian dari mereka yang kedapatan menyalahgunakan parpor berwisata untuk bekerja di sebuah perusahaan tertentu.

Menyikapi persoalan serius ini, pengamat ekonomi politik dari AEPI, Salamuddin Daeng mengatakan, salah satu yang menyebabkan ramai riuhnha TKA masuk ke Indonesia karena birokrasi lemah dan kebijakan internal pemerintah yang justru terkesan sengaja memberikan ruang kepada mereka.

Salamuddin menyebutkan sedikitnya ada tiga kebijakan pemerintah yang turut andil mendorong TKA beramai-ramai masuk ke Indonesia. Di antaranya, kebijakan bebas visa yang diberlakukan pemerintahan Joko Widodo, diperbolehkannya asing memiliki properti dan rumah tinggal di Indonesia, serta diperbolehkannya asing melakukan aktivitas politik seperti membangun ormas di Indonesia.

“Faktor lain adalah berkaitan dengan birokrasi yang lemah dan korup serta tidak bertanggung jawab,” tutur Salamuddin kepada nusantaranews.co. (Sego/Er)

Komentar