Donald Trump/AP Photo/Evan Vucci
Donald Trump/AP Photo/Evan Vucci

NUSANTARANEWS.CO – Desakan Barack Obama kepada kongres untuk segera meratifikasi Kemitraan Trans Pasifik (TPP) kandas sudah. Ketika masih menjabat sebagai presidenAmerika Serikat, Obama berharap suatu perjanjian perdagangan bebas yang luas yang mencakup 12 negara Pasifik itu segera diratifikasi. Pasalnya, saat itu Obama sangat berkepentingan dengan ratifikasi TPP tersebut, karena Asia Pasifik telah menjadi komponen penting dalam kebijakan luar negeri Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Presiden Obama.

Tapi, hingga Obama turun dari kursi kepresidenan ratifikasi TPP tak kunjung terwujud. Apesnya, Presiden Amerika Serikat yang baru, Donald Trump mengambil keputusan untuk mundur dari perjanjian perdagangan bebas, Kemitraan Trans-Pasifik, TPP.  Demikian laporan yang dikutip Sputnik, Selasa (24/1/2017).

Artinya, di awal kerjanya Trump langsung menepati salah satu janjinya tersebut. Seperti diketahui, mundur dari TPP adalah salah satu janji kampanyenya. Ketika itu Trump mengatakan TPP adalah bencana karena bisa merugikan perusahaan-perusahaan Amerika.

Sebetulnya, Obama menggeser kebijakan kepentingan politik luar negerinya ke Asia Pasifik secara tidak langsung telah membawa perubahan besar dalam panggung politik dunia. Sehingga kawasan Timur Tengah yang selama ini menjadi bagian dari kepentingan nasional Amerika, khususnya terkait minyak, tiba-tiba saja begeser ke Asia Pasifik. Akibatnya, kawasan Timur Tengah kini seakan-akan menjadi kawasan yang tidak bertuan yang marak dengan konflik-konflik sektarian.

Lain Obama, lain Trump. Presiden baru AS tampaknya lebih condong kepada kepentingan dalam negeri. Utamanya kebijakan-kebijakan yang berkaitan dengan ekonomi dan perdagangan. Trump bahkan sempat memperingatkan akan ada sanksi sanksi bagi perusahaan-perusahaan Amerika Serikat yang memindahkan lapangan kerja ke luar negeri.

Seperti diketahui, TPP yang mencakup 40% ekonomi dunia dirundingkan pada 2015 oleh sejumlah negara, termasuk Amerika, Jepang, Malaysia, Australia, Selandia Baru, Kanada, dan Meksiko. TPP ditujukan untuk memperkuat hubungan ekonomi dan memicu pertumbuhan, termasuk dengan memangkas tarif. Beberapa langkah yang disepakati negara-negara anggota TPP antara lain adalah standardisasi ketenagakerjaan, lingkungan, hak cipta, paten, dan proteksi-proteksi hukum lainnya.

Cina juga diketahui tidak ikut andil dalam forum TPP ini. (Sego/Er)

Komentar