Pernikahan/Foto Ilustrasi/Stuartbrampton/nusantaranews
Pernikahan/Foto Ilustrasi/Stuartbrampton/nusantaranews

NUSANTARANEWS.CO – Lebih dari separuh orang bewasa muda mengatakan bahwa pernikahan dan memiliki anak bukanlah tahap penting dari masa dewasa. Generasi milenial disebut mengesampingkan pernikahan dan memiliki anak karena lebih menyukai pendidikan dan karier.

Laporan terbaru dari The Changing Economics dan Demographics of Young Adulthood: 1975-2016 yang diterbitkan oleh Departemen Perdagangan AS menemukan bahwa sebagian besar orang dewasa muda Amerika percaya bahwa prestasi pendidikan dan ekonomi merupakan tonggak sejarah kemujuran yang sangat penting.

Saat ini, lebih dari setengah orang Amerika di muda percaya bahwa menikah dan memiliki anak tidak terlalu penting untuk menjadi orang dewasa. Dalam laporan tersebut, orang dewasa muda didefinisikan sebagai anak berusia 18 sampai 34 tahun, yang biasa disebut dengan generasi milenial.

Orang dewasa muda disebut lebih memilih untuk menikah di atas usia generasi sebelumnya. Pada 1970-an, 8 dari 10 orang menikah pada usia 30 tahun. Sementara di era milenium ketiga 8 dari 10 orang menikah di usia 45 tahun.

Kaum milenial juga disebut banyak terlibat dalam hubungan romantis yang serius. Tak sedikit dari mereka bahkan telah hidup bersama pasangan sebelum menikah. Jumlahnya diklaim terus mengalami pertumbuhan dan peningkatan tercepat di kalangan orang dewasa muda denga lebih dari 12 kali selama 40 tahun terakhir.

Sementara jumlah perempuan yang tinggal di rumah juga berkurang selama 40 tahun terakhir. Sebanyak 43 persen wanita berusia antara 25-34 tahun mereka tinggal di rumah menjadi ibu rumah tangga kini telah jatuh hanya menjadi 14 persen saja pada tahun 2016.

Jumlah perempuan yang tinggal di rumah juga berkurang selama 40 tahun terakhir yang jatuh dari 43 persen wanita berusia antara 25 dan 34 menjadi “ibu rumah tangga” menjadi 14 persen pada tahun 2016.

“Yang jelas adalah bahwa dewasa muda dewasa ini terlihat berbeda dari generasi sebelumnya dalam hampir semua hal: seberapa banyak pendidikan yang mereka miliki, pengalaman kerja mereka, saat mereka memulai sebuah keluarga, dan bahkan dengan siapa mereka tinggal saat tumbuh dewasa,” ujar penulis laporan, Jonathan Vespa seperti dikutip Independent.

“Tidak mengherankan jika orang tua mengingat kembali masa muda mereka, mereka mengingat betapa berbedanya pengalaman mereka,” imbuhnya.

Penulis: Eriec Dieda

Komentar