Wakil Ketua Umum Kadin Kawasan Timur Indonesia H.Andi Rukman Karumpa/Foto SelArt/Nusantaranews
Wakil Ketua Umum Kadin Kawasan Timur Indonesia H.Andi Rukman Karumpa/Foto SelArt/Nusantaranews

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta — Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Wilayah Indonesia Timur berharap PT Pertamina segera memiliki direktur utama definitif yang baru. Pasalnya, perusahaan plat merah itu diberi banyak tugas oleh negara membangun proyek strategis berupa infrastruktur minyak, gas dan menjalankan public service obligation (PSO) di kawasan timur.

“Lebih cepat lebih baik segera ada bos baru. Jangan kelamaan, agar hal-hal strategis yang harus diputus oleh pimpinan perusahaan yang definitif tidak tertunda,” ujar Wakil Ketua Umum Kadin Kawasan Timur Indonesia H. Andi Rukman Karumpa di Jakarta hari ini.

Andi mengatakan, Pertamina, khususnya di KTI bertugas membangun sejumlah proyek besar infrastruktur migas. Tak hanya itu, Pertamina juga tengah menjalankan PSO kebijakan satu harga Bahan Bakar Minyak di Papua.

Bahkan, pemerintah tengah membahas untuk menambah 44 proyek strategis nasional (PSN) baru dengan nilai mencapai Rp 1.098 triliun. Dengan tambahan ini, jumlah proyek yang masuk dalam PSN mencapai 231 proyek senilai Rp 3.838 triliun.

“Tentu ini kan akan melibatkan state entreprise sekelas Pertamina,” ujar Andi. Sebab itu, Andi berharap Pertamina yang juga menjadi mitra usaha dari pengusaha di KTI segera memiliki pimpinan definitif.

Sebelumnya, Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Pertamina (Persero) memutusan memberhentikan Dirut Pertamina Dwi Soetjipto dan Wakil Direktur Utama Ahmad Bambang dari jabatannya. Kemudian, pemegang saham menunjuk Yenni Andayani sebagai Pelaksana Tugas Sementara (Plt) Direktur Utama Pertamina. Yenni saat ini juga menjabat Direktur Energi Baru Terbarukan (EBT) Pertamina. Andi berharap dirut Pertamina yang baru nantinya memiliki komitmen yang kuat untuk membantu pemerintah membangun infrastruktur energi di KTI.

“KTI itu punya bahan baku industri yang melimpah, tapi lemahnya di pasokan energi. Sebab tidak ada infrastruktur energinya. Kita ingin Pertamina komit disana nanti,” ucap dia.

Pewarta: Eriec Dieda

Komentar