Massa (HMI) Partisipan pada Demo 4 November 2016/Foto: dok. viva.co.id
Massa (HMI) Partisipan pada Demo 4 November 2016/Foto: dok. viva.co.id

NUSANTARANEWS.CO – Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya telah menangkap Sekjen PB HMI beserta empat kader HMI lainnya pada Senin (7/11/2016) malam dan Selasa (8/11/2016) dini hari terkait Aksi Bela Islam pada 4 November 2016 di depan Istana Negara. Penangkapan dilakukan di Sekretariat PB HMI, Jalan Sultan Agung No 25 A, Jakarta Selatan.

Usai ditangkap dan menjalani pemeriksaan 4 orang diantaranya langsung ditetapkan menjadi tersangka oleh Polda Metro Jaya (PMJ). Sedangkan Sekjen PB HMI Amijaya Kelimanya dilepaskan beberapa jam kemudian.

Baca : Tepat Tengah Malam, Ketum dan Sekjen HMI Diciduk Aparat

Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam Majelis Penyelamatan Organisasi (HMI MPO) Muhammad Fauzi menilai penangkapan dan penetapan tersangka terhadap para kader HMI merupakan bentuk skenario pemerintah untuk memecah gerakan 4 November 2016 kemarin.

“Sebenarnya polisi inikan jelas punya skenario lain yaitu memecah belah gerakan tanggal 4 ini. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan mengatakan HMI provokasi,” katanya saat dihubungi Nusantaranews.co, di Jakarta, Selasa, (8/11/2016).

Lihat pula: Kader HMI Ditangkap, Kasus Ahok Dipolemikkan, IPW: Polri Diskriminatif

Atas tindakan itu, dia mengaku tak akan tinggal diam. Sebagai bentuk solidaritas pihaknya akan menurunkan tim kuasa hukum. Kuasa hukum ini nantinya akan mendampingi para kader tersebut selama menjalani proses hukum.

Sebagai informasi saat hendak dilakukan penangkapan, sejumlah pengurus PB HMI sempat bersitegang dengan aparat kepolisian. HMI menganggap tindakan aparat kepolisian yang seolah menculik kader HMI telah menginjak-nginjak simbol organisasi. (Restu)

Selengkapnya:

5 Kader HMI Ditangkap Polisi Tanpa Perlawanan

5 Kader HMI Ditangkap Polda, HMI MPO Akan Berikan Bantuan Kuasa Hukum

5 Aktivis HMI Diringkus Polisi

Komentar