Rapat koordinasi Tim Terpadu Penanganan Konflik Sosial Kabupaten Trenggalek. Foto dim06
Rapat koordinasi Tim Terpadu Penanganan Konflik Sosial Kabupaten Trenggalek. Foto dim06

NUSANTARANEWS.CO, Trenggalek – Stabilitas dalam segala hal utamanya perekonomian tidak lepas dari stabilitas keamanan atau terlepas dari berbagai ancaman konflik sosial. Selama ini Trenggalek dikenal sebagai Daerah yang sangat aman kondusif di Jawa Timur. Hal ini tidak lepas dari peran aktif Forkopimda Trenggalek dan peran serta masyarakat.

Kondisi ini, tidak lantas membuat Kabupaten Trenggalek bisa menggampangkan ancaman konflik sosial ini. Pasalnya bila melihat perkembangan yang ada, konflik sosial bisa saja sewaktu-waktu terjadi. Melalui rapat koordinasi Tim Terpadu Penanganan Konflik Sosial Forkopimda Trenggalek mengajak tokoh Agama, Tokoh Masyarakat maupun Ormas untuk ikut menjaga kondisi ini untuk melakukan upaya pencegahan maupun penanganan.

Hadir dalam rapat koordinasi Tim Terpadu Penanganan Konflik Sosial ini Bupati Trenggalek Emil Elestianto Dardak, Dandim 0806 Trenggalek Letkol Arm Bayu Argo, Kapolres Trenggalek AKBP Donny Aditywarman, Kajari Trenggalek Umaryadi, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat serta Ormas.

Bupati Trenggalek menyampaikan stabilisasi keamanan dan kenyamanan ini tidak bisa lepas dari peran serta masyarakat untuk ikut menjaganya. Karena itu, bapak dua anak ini mengajak seluruh element masyarakat untuk ikut berperan aktif menjaga kemanan dan kenyamanan bersama.

“Dalam waktu dekat ini, di Trenggalek akan ada pilkades serentak. Ada 7 Desa yang akan menggelar pilkades, kita harap masyarakat bisa ikut menjaga,” ucap Emil Dardak dalam paparannya di rapat koordinasi Tim Terpadi Penangan Konflik Sosial, Trenggalek, Rabu (12/4/17)

“Usai dilakukannya rapat koordinasi ini, dapatnya kedepan dibentuk standart operasional upaya pencegahan dan penanganan permasalahan konflik sosial ini,” sambung Emil berharap.

Sedangkan Dandim 0806 Trenggalek dalam paparannya lebih menekankan kepada seluruh peserta rapat yang hadir untuk melakukan identifikasi permasalahan dan upaya pencegaahan.

“Saat ini marak upaya profokasi untuk menciptakan konflik sosial dimasyarakat. Apalagi melalui sosial media, upaya itu sangat luar biasa. Kita harapkan warga masyarakat jangan terpengaruh,” ucapnya.

Hal serupa juga disampaikan Kapolres Trenggalek AKBP Donny Adityawarman. Menurutnya, sesuai dengan regulasi peraturan yang ada, konflik sosial itu bisa berpotensi pada kalayak ramai. “Sedangkan untuk permasalahan yang ditimbulkan oleh dua pihak saja ini bukanlah permasalahan konflik sosial,” kata Kapolres.

Sementara itu, Kajari Trenggalek Umaryadi, berbagi wawasan hukum mengenai ancaman konflik sosial. Kepala Kejaksaan ini juga banyak mengulas mengenai banyaknya ancaman radikalisme maupun ancaman stabilisasi keamanan lainnya. (dim06)

Editor: Achmad Sulaiman

Komentar