Tidur sendirian. Foto ilustrasi/ist
Tidur. (Foto ilustrasi/Istimewa)

NUSANTARANEWS.CO – Sebuah studi mengemukakan bahwa tidur sendirian tanpa pasngan justru memberikan dampak baik bagi kesehatan seseorang. Jika anda sudah menghabiskan sekian banyak waktu berharap dapat memiliki seseorang untuk berpelukan karena malam anda terasa dingin dan menakutkan, tetapi anda tidak memiliki siapa pun untuk berpelukan, maka studi tersebut boleh jadi merupakan sebuah kabar baik bagi Anda.

Dilansir Thefrisky, rasa kesepian dikatakan mampu menjaga diri seseorang merasa aman. Penelitian dari University of Leeds menemukan bahwa 29 persen orang mengaku pasangan mereka membuat tidur malam kadang menjadi terganggu. Para responden menyebutkan bahwa hal itu membuat kesal.

Dr. Nerina Ramlakhan mengatakan bahwa ide yang cukup baik bagi pasangan untuk memiliki kamar sendiri-sendiri dan terpisah dari pasangan. Hal ini bertujuan untuk mendapatkan kualitas tidur yang benar-benar sehat. Tidur tidak dengan pasangan atau sendiri secara keseluruhan membuat seseorang lebih sehat. Namun, kata Nerina melanjutkan, mengucapkan selamat malam dan selamat tidur kepada pasangan adalah hal penting yang mesti diperhatikan.

“Untuk dapat tidur secara restoratif, kita perlu merasa aman, dilindungi, dan hubungan dapat membawa kita rasa keamanan ini. Berbagi ciuman dengan orang yang anda cintai sebelum tidur bisa menjauhkan anda dari stres. Sebanyak  36 persen dari kita bergantung pada bantuan ini. Jika kita tidak mendapatkan kesempatan untuk mencium orang yang kita cintai selamat malam, tidur akan terganggu,” kata dia.

Maksudnya, pasangan suami-istri yang ingin tidur di kamar terpisah ada baiknya mencium, memeluk dan mengucapkan selamat malam sebelum pergi tidur.

Lebih lanjut, Nerina mengatakan bahwa wanita membutuhkan lebih banyak waktu untuk tidur ketimbang pria. Sehingga mungkin akan jadi masuk akal bagi perempuan untuk tidur terpisah dari pasangan mereka. Dengan kata lain, baik untuk seorang wanita tidur sendirian, bahkan setiap hari. Lagi pula, Nerina mengungkapkan wanita lebih rentang terhadap insomnia.

Wanita harus memiliki waktu yang cukup untuk tidur. Sebab, kurang tidur pada wanita dapat menyebabkan otak tidak berfungsi sebagaimana mestinya yang dapat mempengaruhi begitu banyak hal pada tubuh, baik secara fisik maupun emosional. Jika tidur di malam hari seorang wanita terasa kurang karena terganggu, maka dapat menyebabkan penyakit kronis. Dan bisa jadi hal itu menyebabkan wanita membenci pasangannya.

Jadi, teman-teman lajang, kata Nerina lagi, sedikit berbahagialah kalau diri anda tidak memiliki pasangan untuk sekadar berpelukan di malam hari. Karena tidur sendirian jelas secara imliah dapat membuat diri anda sehat, baik dari segi fisik maupun emosional. (ER)

Komentar