Connect
To Top

Jumlah Petani Kurang, Mekanisasi Pertanian Perlu Disegerakan

NUSANTARANEWS.CO – Dalam beberapa dekade akhir-akhir ini diketahui telah terjadi pergeseran tenaga kerja di sektor pertanian, serta minat masyarakat untuk menjadi petani pun menurun.

Untuk mengatasi hal itu diperlukan sistem mekanisasi pertanian yang lebih baik pada sektor ini demi terus menggenjot realisasi swasembada pangan.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Pertanian, Muhammad Syakir mengatakan, dengan mekanisasi pertanian yang mumpuni, maka dinilai mampu menghemat tenaga kerja. Ditambah pula dengan mempersingkat waktu penanaman.

“Mekanisasi pertanian telah terbukti dapat mempercepat waktu budidaya tanaman dan menghemat tenaga kerja lebih dari 60 persen, sehingga IP dan produktivitas lahan pertanian meningkat sedangkan biaya tenaga kerja dapat dihemat lebih dari 50 persen,” ujar Muhammad Syakir di Kantor Balitbang Pertanian, Jakarta, Jumat (6/1/2017).

Menurutnya, dalam rentang waktu 10 tahun terakhir, telah terjadi pergeseran tenaga kerja pertanian ke sektor kerja non pertanian lebih dari 5 persen.

Terlebih pada 2015 silam jumlah petani Indonesia hanya tersisa 27 juta jiwa. Oleh karena itu, pihak Kementerian Pertanian menganggap perlu dukungan melalui mekanisasi pertanian yang membantu proses produksi. (Andika)

Komentar