Politik

Jelang Debat Cagub DKI Tanggal 7, Budiman Sudjatmiko Baku Hantam Dengan Rachland Nashidik

Budiman Sudjadmiko vs Rachland Nashidik/Ilustrasi Foto :@PerakBulan
Budiman Sudjadmiko vs Rachland Nashidik/Ilustrasi Foto :@PerakBulan

NUSANTARANEWS.CO – Media Sosial (Medsos) seperti Twitter sudah umum menjadi ruang untuk mengungkapan isi pikiran dan perasaan serta keisengan belaka. Bahkan Twitter juga menjadi salah satu alat untuk kampanye, misal kampanye para Calon Gubernur DKI.

Kali ini, pikiran atau mungkin keisengan belaka yang lahir di Twitter dilayangkan oleh penulis buku “Anak-Anak Revolusi” si Budiman Sudjadmiko.

Krn di tim Ahok aku ngurusi penggalangan suara di grass roots (bukan jubir), topik #debat dr aku tgl 7: “Knp aku mendukung Ahok & bkn Agus?“,” tweet Budiman Sudjatmiko di akun twitter-nya ‏@budimandjatmiko, Selasa (3/1/2017) jelang tengah malam.

Terpicu oleh usul Budiman, Juru Bicara pasangan calon Agus Yudhoyono- Silviana Murni, Rachland Nashidik mengomentarinya dengan nada ketidaksetujuan atas usu topik debat.

Oh gak bisa. Topik debat adalah membuktikan bahwa aku seperti tuduhanmu: “sleeping with facsist” dan “bekerjasama dgn FPI”,” kicau ketidaksetujuan Rachland melalui aku ‏@ranabaja.

Lalu Budiman mencoba memberikan penjelasan, “Semua biar komprehensif…,” jawab ‏@budimandjatmiko.

Tidak puas dengan jawaban Budiman, Rachland malah menganggap Budiman gede rasa. “Kau ini GR banget. Kau pikir orang perlu tahu apa alasanmu? Aku gak merasa perlu. Kau pilih Ahok ya urusanmu. Ngapain aku harus menanggapi?,” tukas ‏@ranabaja.

“Debat politik kan? Posisi politik hrs obyektif & subyektif..lagi pula masa’ acara keren yg dibuat @adamWH68 u/ nanggapi kamu aja? Kemahalan,” kicau balik ‏@budimandjatmiko.

@ranabaja menukas pula, “Lah? Ide debat ini untuk fasilitasi kamu menuduh aku “sleeping with fascist” dan “bekerjasama dgn FPI”. Kok dibolak balik.”

Dan dengan ringan Budiman semacam mengelak. “Gak lah. Bicara manuver politik itu cuma entry point. Lagi pula pd tuitku yg mana bicara “sleeping with fascist” ttg kamu pribadi?

Haha. Ngeles. Kau cari sendiri lah twitmu sendiri  Jgn pula kau suruh aku liat liat ulang,‏tweet @ranabaja lagi.

Buat apa cari yg ada dlm dugaanmu? Fair enough kalau debatnya komprehensif. Sewa tempatnya mahal. Sayang kalau cuma ngomongin tentangmu saja,” ‏@budimandjatmiko menukas.

Mending aku bayari kau ke psikolog deh daripada buang waktu dengarkan alasanmu pilih Ahok,” kicau @ranabaja.

Masa’ bisa cuma ad hominen gini? Kany jubir resmi lho? Gak malu nich?,” jawab @budimandjatmiko.

Hahaha. Ada yang punya cermin? Ini orang bilang ad hominem pada saat ia mencoba menekankan “kenapa SAYA memilih Ahok”,” ‏@ranabaja meledek.

Kau bisa jg buat presentasi “Kenapa SAYA memilih Agus sbg gubernur DKI?”. Biasakan berani bicara atas ide yg mandiri. Katanya liberal?,” tulis ‏@budimandjatmiko.

Aku gak pernah punya ide begitu,” jawab ‏@ranabaja enteng.

Jd kau berpolitik pake alasan apa? Pasti ada yg bisa kau sebutkan..mulai dr alasan rasional & emosionalmu. Di luar itu, buang2 umur,” tanya ‏@budimandjatmiko dengan nada balik meledek. (@PerakBulan/red-02)

 

Komentar

To Top